RR Minta Rampung Data Korban Banjir dan Longsor Maluku

AMBON,PG.COM : Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku Richard Rahakbauw yang biasa di sapa (RR) Minta rampungkan data Korban Banjir dan Longsor di Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku ,ucapnya dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah 11 Kabupaten/Kota di Ruang sidang Paripurna DPRD Maluku,Jumat (22/7/2022).

Rahakbau mengatakan Semua data banjir dan longsor di 11 kabupaten/kota harus lengkap data riil, by name by adress dan data ini akan disampaikan ke Pemerintah pusat.

Sementara itu di lokasi yang sama , Wakil ketua Komisi III DPRD Maluku Frangki A.Orno mengatakan berdasarkan tindak lanjut dari aspirasi yang kami sampaikan ke BPBN ,pada saat itu kementerian merespon Dana siap pakai untuk bencana itu ada.

Orno.mengakui , memang ada beberapa mekanisme yang memang harus di penuhi oleh rekan- rekan Provinsi maupun Kabupaten dan Kota yang berdampak langsung terhadap bencana tersebut .

“Kami pastikan bahwa aspirasi yang akan kami teruskan ,ini bukan kami sendiri DPRD Provinsi Maluku atau bersama dengan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah tetapi kami juga melibatkan 11 kab Kota yang terdampak langsung dengan bencana ini sesuai dengan data yang telah dimasukan.

Dan soal ke pusat masih berkoordinasi ,memastikan semua datanya,sudah tersedia dan rekomendasi ,surat pernyataan soal tanggap darurat bencana baik dari kepala daerah maupun pak gubernur ,semua sudah klir, kemudian mengambil keputusan kapan menyampaikan

“Kementerian merespons dengan menyampaikan bagi kami bahwa yang pasti berkaitan dengan hal tersebut ada dana siap pakai untuk bencana itu,”

Orno mengaku saat ini Komisi II masih melakukan koordinasi untuk memastikan semua data korban terdampak banjir dan longsor sudah tersedia.

“Rekomendasi dan surat pernyataan soal tanggap darurat bencana baik dari kepala daerah maupun pak gubernur kami harus pastikan bahwa semua sudah clear baru kami mengambil keputusan untuk kapan kami menyampaikan aspirasi ini,” tandasnya.

Ia menjelaskan rumah korban yang mengalami bencana akan dilihat dari tiga bentuk yaitu rusak berat, sedang dan ringan.

“Yang pasti rusak berat itulah yang kami lakukan untuk koordinasi dengan BNPB membantu kami untuk menyelesaikannya,” kata Orno.

Sementara rumah yang rusak ringan dan rusak sedang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota. (PG-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *