Abas Orno: Jangan Lakukan Pembohongan Publik

AMBON,PG.COM : Wakil Gubernur Maluku  Barnabas  Nataniel Orno mengem ukakan, berita  yang dilansir salah Satu media lokal Maluku terkait 8 (delapan) miliar rupiah pemberian PT. Gemala Borneo Utama (GBU) kepada pemerintah kabupaten Maluku Barat Daya  saat itu tidak benar,  karena yang sebenarnya dana itu hanya terealisasi 3 (tiga) miliar untuk pematangan lahan di Tiakur, bukannya 8 (delapan) miliar seperti  pemberitaan itu, “Jadi pemberitaan tersebut  bohong adanya, sebuah pemberitaan yang menyesatkan, demikuan Abas saat konfrensi oers di ruang kerjanya Jumat (13/12/201¥),

” Saya sebenarnya tak sibuk dengan berita seoerti ini tapi tadi malam, iatri dan anak- anak saya menangis, mereka mengatakan, mungkin papa ambil uang itu tapi kita  tidah tahu, kami tidak di beritahu,  ” demikian Abas

Lebih jauh Abas katakan, kalau memang nomor telepon saua, ada di Banjar Nahor, atau ada di HP Banjar Nahor, itu bukan masalah, itu hal yang biasa-biasa, hal yang wajar.

Sebenarnya ada apa dengan Siwalima, ada a pa dengan Ongki Louhenapessy, ada apa dengan Harian pagi Siwalima

“. Saya khan berteman dengan Ongky Louhenapessy tapi, Ongky mengapa melakukan ini kepada saya, ketika saya jadi bupati, khan Ongky berteman baik dengan saya, lalu ada apa dengan Ongky, ujarnya penuh tanya.

Kalau kita berteman, harusnya kita tulus, jangan kita seoerti arah mata angin kalau angon kencang ke utara kita ke utara, angin kencang ke srlatan kita ke Selatan ti mari menjaga petsahabatan”

“Saya berharap Ongki tak berpihak pada kandidat tertentu”.

Sengaja saya  dibidik  untuk mencari dugaan grativikasi, kalau memang itu yang dicari, sihkan saja, kalau ada bukti silahkan, ajukan ke penegak hukum jangan cuma bicara saja , jangan cuma bentuk opini di publik.

Siwalima seperti penegak hukum saja, dalam berita itu dikatakan, dana yang di korupsi, ini bagaimana nich, memamg sudah tetbukti  saya korupsi???? Tolong dong berita itu harus mengedepankan asas prafuga tak bersalah, jangan menjustifikasi bahwa xaya korupsi, apakah anda ounya bukti saya koeupsi. Tolong dong, kalau pemberitaan itu harus check snd ricek, berita itu berita yang berimbanh, jangan berita seoerti  itu.

“Saya ini punya keluarga, punya istri  punya anak-anak, janganlabh seperti itu, pakai hafi nurani, kalau kalian dibuat selerti itu, apa yang akan kalian lakukan”????.

Pemberitaan harus pakai hati nurani, mudah-mudahan pak Ongki tak menjadi tim sukses salah satu kandidat di MBD. Kalauoun jadi tim, harus pemberitaan yang berimbang. Beta kira sekelas Ongki Louhenapessy, tahu pemberitaan berimbang itu seperti apa?

Ketika ditanya akan dilakukan proses hukum, mantan bupati MBD ini mengatakan, belum sampai ke tingkat itu.

“Saya minta kepada rakyat MBD yang  tahu tentang madalah ini untuk membantu saya, saya  tersakiti karena masalah ini. Saya minta keoada masyarakat MVD untuk menjaga kebersamaan yang selama ini sudah saya ba gun, jsngan ada orang-orang-luar yang tak tahu apa-apa tentang MBD merusak MBD,

Kalau  ke MBD dan melakukan hal-hal yang merugikan persatuan dan kesatuan orang MVD , kita sama-sama usir mereka dari MBD, demikian Abas.

Ketika ditanya, apakah pernah betbicara dengan Banjar Nahor di telepon, Abas mengakui, kalau bicara itq, masakan saya tak bisa berbicara dengan  orang, termasuk Banjar Nahor. .

“Hak orobadi saya, kok di batasi  saya mau bocara dengan siapa saja itu hak saya, demikian Abas.

Sebelum mengakhiri konfrensi persnta Wagub katakan, sekali lagi saya mau bilang, tolong, jangan lagi ada pemberitaan seperti ini, pintana (PG-02).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *