Blanko e-KTP Kosong ,Disdukcapil  Kota Ambon Cuek 

JAKARTA,PG.COM : Kartu Tanda Penduduk (KTP) merupakan administrasi yang  mendasar sebagai Warga Negara Indonesia,namun.kekosongan blnko e-KTP ,Dinas Kependudukan dan Catatan sipil (Dusdukcapil) Kota Ambon di nilai cuek dengan keberadaan tersebut,hal ini di ungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon  di Kantor Ditjen Capil ,Senin (27/01/2020).

Diduga lemahnya respon dari Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan Kota Ambon mengakibatkan kekosongan blanko e-KTP yang berdampak pada keterlambatan pencetakan e-KTP bagi warga Kota Ambon.

Sesuai dengan hasil kunjugan Kami ke Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta ,mendapatkan penjelasan langsung dari Rara Yusnani Kasubid Wilayah 5 Ditjen Dukcapil Kemendagri,bahwa penyediaan blanko di Ditjen Capil tersedia dan kami akan mendistribusikan ke Daerah sesuai dengan kuota yang di butuhkan.

“Untuk mendapatkan blanko e-KTP, setiap daerah yang membutuhkan  harus menyurati Ditjen dukcapil di lengkapi dengan data-data ,agar kami pun tau berapa jumblah kuota yang di butuhkan,namun pencapaian blanko tersebut akan secara bertahap,ucap Pormes meniru ucap Kasubid Wilayah 5 Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Dikatakan, hingga akhir Januari 2020, Disduk capil Kota Ambon belum menyurat ke Direktorat Catatan Sipil dan Kependudukan Kementerian Dalam Negeri terkait kebutuhan blanko e-KTP.

“Karena penyerahan blanko e-KTP harus disertai dengan berita acara. Ditjen Dukcapil punya blanko e-KTP tapi respon dari Disdukcapil Kota Ambon terlambat bahkan belum ada satupun surat permintaan yang masuk ke Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri,” katanya.

Dikatakan, jika saja saat ini Disdukcapil datang bersama Komisi I DPRD Kota Ambon disertai surat permohonan kebutuhan blanko e-KTP maka dipastikan saat kembali ke Ambon telah ada blanko e-KTP yang dibawa.

“Untuk itu Ditjen Dukcapil meminta DPRD Kota Ambon mendorong Disdukcapil segera membuat surat permintaan blanko e-KTP yang disertai data-data masyarakat yang membutuhkan pencetakan e-KTP,” jelas Pormes.

Sebanyak 15 ribu kebutuhan blanko e-KTP  yang di butujkan lembar blanko
“Kita berharap, kebutuhan ini bisa terpenuhi bertahap mulai bulan Februari 2020,” harap Pormes.

Untuk diketahui, ada dua opsi yang ditawarkan Ditjen Dukcapil untuk memperoleh blanko e-KTP yakni membeli dengan harga Rp 10.500 per kembar atau lakukan permohonan permintaan melalui surat.

“Sesuai Permendagri Nomor 90 tahun 2019 blanko e-KTP bisa dibeli dengan dana hibah, per blanko Rp10.500 Jika dikalkulasi dengan kebutuhan Kota Ambon sebesar 15.000 lembar maka akan membutuhkan Rp 157.500.000. Karena ada dua solusi jadi kita pilih membuat surat permohonan kebutuhan blanko e-KTP. Dan Disdukcapil Kota Ambon harus surati Ditjen Dukcapil Kepmendagri,” kata politisi Golkar itu.

Pada tahun 2020 kata Pormes, kebutuhan blanko e-KTP di seluruh Indonesia ada sekitar 16. 000.000 lembar.

Jika dikalkulasikan jumlah blanko e-KTP dengan jumlah kabupaten dan kota di Indonesia maka tiap kabupaten dan kota berhak atas 30.000 lembar blanko e-KTP.

“Namun Kementerian tidak mungkin langsung menyerahkan blanko tersebut karena ada beberapa hal yang mesti diperhatikan antara lain, daya serap, daya cetak serta kebutuhan daerah karena kebutuhan tiap daerah berbeda,” terangnya (PG-02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *