Kejuaraan Taekwondo Kota Ambon Tidak Memenuhi Standar

AMBON,PG.COM : Kejuaraan Pengurus Kota Taekwondo Indonesia (pengkot TI) Kota Ambon tidak memenuhi standar & prosedur,hal ini diungkapkan Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Ambon Jelly Toisuta kepada Media ini ,di Rumah Rakyat belakang soya Ambon,Rabu (12/02/2020)

Menurut Jelly meminta Pemerintah Kota Ambon dalam hal ini KONI kota Ambon Harus  Punya  Perhatian Penuh Kepada Cabor-Cabor Cabang Olah Raga yang ada di Kota Ambon” terkait  Kejuaraan Pengkot  TI (Taekwondo Indonesia) kota Ambon yang dilaksanakan di Acc passo jumat 7-9 Febuari Molor hingga tgl 10-11  Febuari 2020 , disebabkan karena tempat  pelaksanaan  Pertandingan tidak sesuai Prosudur dan tidak memenuhi standar .

Karena mengingat dari sisi kebutuhan banyak hal yang tidak memenuhi proses pada daerah pelaksananaan  tidak sesuai prosudur, seharusnya dilaksankan  pada Goor Olah raga , bukan pada Mol ACC,  karena  momen ini satu hal yang kita lihat adalah gawai kota.

Dari sisi pelaksanaanya seakan- akan panitia tidak serius  dalam menangani kejuaraan TI kota , artinya “kesiapan belum ada sama sekali seperti contoh ” team kesehatan, sisi keamanan  tidak ada sama sekali  padahal mereka harus tau perlombaan ini ada pertandingan fisik,kata Jelly.

Yang menjadi pertanyaan besar yang dilakukan oleh panitia Pelaksana Pengkot TI Kota Ambon proses pendaftaran biaya 1 atlit  200 ribu, kemudian acara tersebut tidak ada momen pembukaan  seakan -seakan tidak resmi karena tidak sesuai prosudur apalagi momen kota itu menimal Ketua Koni Kota Ambon Harus mengetahui hal ini  Walikota  Ricard Lauhanapessy dan ketua Harian  Koni Kota Ambon  A G Latuheru harus mengetahuinya.jelasnya

Apalagi kejuaraan kota, pembinaan untuk mendapat bibit Kota Ambon  namun  kejuaraan kelihatañya tidak profesional .

Ketika Tm  dilakukan oleh seluruh Cost dan Pelaksana Panitia juga para Wasit yang hadir  pendaftaran awal sekitar 300 ketika proses  pertàndingan ber jalan  ada juga pendaftaran tak terduga / penyusupan yang masuk dan ini bisa  dibuktikan.

Karena  hasil pantaun dari  Jouly Toisuta ketika dia menonton dan amati dilapangan untuk  pelaksanaan pertandingan hannya 3 hari akan menjadi 5 hari . dan secara Internal dia juga tidak tau apakah ini ada permainan didalam tetapi ada terjadi penambahan pendaftaran atlit seperti hàl” tak terduga seperti siluman .cetusnya

Jelly yang juga Angota komisi I DPRD Kota Ambon yang membidanggi  mitra dengan Dinas Olah Raga “mintahkan dari  Pemerintah Koni kota ambon secara kusus harus ditertipkan momen yang ada seperti ini menimal dia harus memenuhi prosudur dan mekanisme  pertandingan , karena dia menilai kejuaran pengkot Ti kota ambon kemarin tidak memenuhi prosudur.

Ditambahkan juga ” terkait dengan kegiatan pertandigan  Pengkot Ti Kota Ambon memang ada hak-hak yang seharusnya  disikapi oleh panitia pelaksana tetapi tidak disikapi panitia pelaksana  seca baik, maka terjadi molor pertandingan, seperti contoh ” misalkan hak hak wasit ketika dibicarakan awal yang  seharusnya diselesaikan ketika pertandingan  jalan terjadi komlennisasi sehingga dia menunda-nunda  waktu pertandingan yang seharusnya berjalan sesuai jadwal yang sudah ditentukan ,  hanya 3 hari pertandingan akhirnya menjadi 5 hari  juga diduga ada  pendaftaran” silumun tapi  juga ada kontrak” kerja yang mungkin dari awal rencana panitia dengan wasit  supaya semua bisa jalan baik dengan waktu yang ditentukan, maka terjadi semacam komlen yang memperhambat pertandingan.

Juga yang menjadi persoalan kepada atlit” anak usia sekolah yang waktu hanya dalam Tecnical Meting (TM) 3 hari akhirnya  molor waktu pendidikan mereka dikorbankan menjadi 2 hari. Tegasnya

Ini yang harus punya ketegasan baik dari KONI kota, maupun Pengkot TI ambon harus melihat bahwa Taekwondo kota ambon harus dilihat oleh pengurus Koni.
Sepertinya kalau dilihat hubungan kerja antara pengkot TI kota ambon dalam hal ini  dia tidak selarat atau sejalan.

Politisi Demokrat ini menilai proses kepemimpinannya tidak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan yang menjadi masalah jangan hanya mau terima nama besar jika
Atlit mewakili Kota Ambon di luar tetapi proses kepemimpinananya tidak berjalan sesuai dengan apa yang mereka miliki akhirnya proses pembinaannya macet dan jangan lagi mengharapkan Kota Ambon ini akan melahirkan atlit” yang berkualitas karena  tidak sesuai dengan prosudur .baik dari sisi peràlatan pelatihan artinya bukan untuk cabor taekwondo saja tetapi untuk semua cabor.

Jelly berharap adanya perhatian kepada Koni Kota Ambon untuk semua cabang” yang ada di dalam kota ambon harus punya pembinaan dan pembinaan itu memerlukan biaya lalu perhatian koni sampai sejauh mana tentan proses pembinaan yang dilakukan oleh dalam berupa biaya yang yang dilakukan  Koni Kota Ambon,harapnya (PG-02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *