Jaga Wibawah, Pemkot Ambon Harus Selesaikan Masalah IPST

AMBON, PG.COM : Hingga kini belum ada titik temu antara ahli waris dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon,terkait lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) Kota Ambon di Dusun Toisapu, Negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan, oleh karena itu ,untuk menjaga wibawah Pemkot Ambon Harus Duduk bersama menyelesaikan persasalah IPST dengan ahli waris,ungkap Anggota DPRD kota Ambo Yusuf Wally kepada Media ini, di Balai Rakyat Belakang Soya Ambon, Senin (19/10/2020).

Wally menegaskan , Pemkot Ambon harus secepatnya mengundang pemilik lahan atau ahli waris untuk duduk bersama mencari solusi agar lahan tersebut tidak ditutup.

Pasalnya, ditakutkan tak ada komunikasi yang baik antara pemkot dengan pemilik lahan, maka dapat berdampak besar bagi kota ini,untuk itu perlu ada itikad baik dari pemkot untuk mencari solusi dalam menyelesaikan masalah ini.

Kalaupun pemkot menjaga wibawa dengan mempertahankan pernyataan Walikota Ambon, bahwa lahan itu masuk hutan lindung sementara pernyataan ini bertabrakan dengan apa yang disampaikan Dinas Kehutanan Provinsi Maluku.

“Untuk itu jika pemkot pertahankan dengan argumen ini, maka pastinya wibawa pemkot akan jatuh di mata publik.

Selain itu jangan sampai ada penilaian bahwa pemkot hindari pembayaran sehingga berasumsi bahwa lahan IPST adalah hutan lindung bukan hutan pengguna lain,” tutupnya.

Karena menurut dia, jika lahan ini adalah hutan lindung, maka perlu penjelasan dari pemerintah kota kepada masyarakat,selain itu, perlu informasi yang sama dari dinas Kehutanan Provinsi Maluku.

“Pemkot perlu menyampaikan informasi terakhir terkait konsultasi kepada kementerian. Jika lahan IPST adalah daerah hutan lindung, maka solusi terbaik perlu dilakukan oleh pemerintah kota, jangan sampai lahan di tutup kembali “,pungkasnya, (PG-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *