Danrem 151/Binaiya Minta Bupati/Walikota Serius Tangani Vaksinasi

AMBON,PG.COM : Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya Arnold Ritiauw yang juga wakil ketua penanganan covid-19,
minta Bupati /Walikota yang ada di seluruh Maluku kecuali Walikota  Ambon untuk serius menanggani Vaksinasi,ungkap Ritiauw ,di lantai 6 Kantor gubernur Maluku,Jumat (8/9/2021).

Sesuai hasil evaluasi  menyangkut program vaksinasi yang diinstruksikan Presiden jalankan sejuta vaksin secara keseluruhan di Indonesia termasuk Provinsi Maluku masih belum memadai. Mengapa dikatakan demikian sebab sampai hari ini masih ada Kabupaten/Kota yang tidak serius.  Ada beberapa Kabupaten/Kota proses vaksinasi  masih dibawah 10 persen, dicontohkan untuk kabupaten Maluku Tengah vaksin pertama baru 7,9 persen.

Begitu pula dengan Buru Selatsn, Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur semuanya masih sangat rendah tingkatan vaksinasi. Disebutkan dari 11 kabupaten/kota hanya Kota Ambon yang terlihat sangat serius jalankan instruksi Presiden soal sejuta vaksin. Dengan demikian putra daerah adal Maluku Tengah itu minta ada keseriusan dari para Bupati. Sebab ini  merupakan tanggungjawab kepala daerah, mereka siapkan tenaga medis serta peserta warga yang siap   divaksin.

Karena pemerintah  pusat telah siapkan  vaksin secara gratis, langkah yang diambil demi berikan kekebalan tubuh kepada seluruh masyarakat. Sekali lagi disampaikan para Bupati mesti secara masif mendorong masyarakat untuk divaksin, hingga kami dari posko minta keseriusan para bupati. Sebab kalau berbicara soal vaksin itu sangat tersedia yang terjadi dilapangan masyarakat masih belum serius dikarena pemerintah tidak punya kepedulian.

Ditambahkan melihat semua yang sangat memprihatingkan maka dirinya mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membantu berperan penting berikan   penguatan buat masyarakat beri diri divaksin. langkah ini ditempuh untuk kepentingan masyarakat, seandainya vaksin yang ditetapkan  80 persen belum dicapai maka sekolah belum bisa di buka.  “Atau karena sekarang ini sudah sangat rendah warga terserang virus dan sudah tidak ada yang meninggal. Hingga warga tidak lagi beri diri untuk divaksin”, tuturnya. (PG-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *