Peduli MBD, Kapolres dan Tahalele Patut Diacungkan Jempol

AMBON,PG.COM : Adanya rasa kepedulian terhadap Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), AKBP Dwi Bachtiar Rivai, Kapolres patut diancungkan jempol.

Demikian penjelasan Ines Lailosa salah satu pemerhati kepada wartawan Jumat (1/6/ 2022).

Menurutnya, selain Kapolres, Gun Tahalele salah satu pengusaha kecil di MBD juga harus diberi apresiasi yang sama karena kepeduliannya terhadap MBD

Pasalnya, bersama Kapolres, Tahalele sudah turut ambil bagian untuk mengangkat MBD dari keterpurukan.

Menurut Ines, saat ini baik Tahalele, Kapolres juga melihat daerah MBD masih terpuruk sekali, untuk itu Tahalele digandeng untuk mengangkat agar daerah tersebut bisa bangkit kembali dari keterpurukan dengan berbagai kegiatan kepada masyarakat.

Berbagai kegiatan kepada masyarakat yang dilakukan oleh Pihak Polres dan pemerhati MBD ini antara lain, melakukan perayaan Hari kesaktian Pancasila di tapal desa Nuwewang, pengobatan gratis di Leti atas kerjasama dengan Polri.

Selain itu menurut Lailossa, karena cintanya kepada anak-anak, mereka sudah melakukan kunjungan ke pulau-pulau terselatan untuk membagikan buku-buku kepada anak-anak.

Ia menambahkan, pada saat kunjungan ke pulau-pulau Terselatan, kapolres sempat memberikan wawasan cinta tanah air kepada anak-anak dan masyarakat.

, “Itu yang memprakarsai itu harus diakui kalau Koko (Gun Tahalele) yang memprakarsai akang, ” Ujar Lailossa.

Lailosss mengakui kalau dirinya tidak menyangka kepedulian terhadap MBD dapat dilihat dengan upaya yang telah dilakukan bersama-sama .

, “Beta (Saya) lihat dia, sangat pedulinya terhadap itu wilayah, karena sudah menjadi bagian dari masyarakat MBD, ” Ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat MBD juga patut diacungkan jempol karena walaupun berada didalam keterpurukan baik ekonomi, pendidikan kesehatan tetapi mereka merada adalah bagian daripada NKRI dan bagian daripada keluarga besar nusantara yang tidak pernah terpisahkan dan tetap ada di pangkuan ibu pertiwi.

Selain itu masyarakat MBD tetap bersemangat mengibarkan sangat saka merah putih di ujung perbatasan, ini menunjukan bahwa orang MBD memiliki rasa cinta tanah air yang luar biasa.

, “Tidak pernah orang MBD bilang mau masuk timur Leste tidak pernah walaupun dalam suasana susah, orang MBD tetap bilang NKRI harga mati, ” Ujarnya.

Dijelaskan pula, untuk menunjukan kepada Pemerintah pusat bagaimana keterpurukan masyarakat MBD selama ini, dirinya mengajak Kapolres serta Tahalele untuk membuat film Dokumenter Forheiten Ailen di balik keras perjuangan Orang MBD melawan ketertinggalan, dan itu mendapat respon yang sangat baik.

Ia menambahkan, Ketika ditanya terkait dengan motivasi pembuatan film Dokumenter Forheiten Ailen, jawaban Gun Tahalele hanya satu, yaitu keterpanggilan jiwa sebagai seorang anak MBD agar orang tahu kalau MBD masih terpuruk, tetapi masih memilih menjadi bagian dari NKRI.

Pada kesempatan itu, mewakili seluruh pemuda MBD, Gun Tahalele menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada Polres MBD dan Kodim yang ada di Maluku Barat Daya serta TNI AD dan AL yang sudah bisa menjaga perbatasan,ucapnya (PG-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *