Menpora Ajak Pemuda Maluku Tingkatkan Partisipasi Pemilih

AMBON,PG.COM : Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo, mengajak seluruh pemuda-pemudi di Maluku untuk tingkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu serentak 2024 mendatang.

Ajakan ini, Ia sampaikan saat membuka resmi Kongres XII Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), yang berlangsung di gedung Kristiani Center Ambon, Minggu (14/5).
Menurutnya, partisipasi pemilih pemula pada Pemilu 2024 sangat penting. Sebab jumlah pemilih yang hampir mencapai 70 persen di Indonesia, didominasi oleh pemilih pemula usia produktif.

“Jelang Pemilu 2024, dinamika situasi politik sosial budaya ini mungkin akan memanas atau mungkin mendingin. Dan saya berharap sebagai Menpora RI, saya igin mengajak anak muda di Maluku untuk partisipasi dalam Pemilu 2024,” ajak Menpora.
“Kalau soal pilihan monggo, masing-masing. Yang penting kita anak muda ini didominasi 70 persen usia produktif, jangan sampai tidak ada partisipasi dalam pemilu 2024. Dan harus jadi pemilih yang aktif,” pesannya.
Sebelum membuka Kongres XII GAMKI, Menpora menyampaikan pesan Presiden RI, Joko Widodo. Bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan penduduk usia produktif terbesar se-Asia, yakni mencapai 191 juta penduduk.

“Ini berarti 70 persen sumber daya manusia yang berkualitas, berperan penting dalam perekonomian politik dan peningkatan kesejahteraan bangsa,” sebutnya.
Dikatakan, salah satu pilar yang menjadi visi Indonesia 2045 yaitu pembangunan SDM. Yakni menurut data, Indonesia didominasi generasi milenial dan gen-Z, yang sebagian besar merupakan penduduk di kelompok anak, remaja, dan pemuda.

Pemuda, lanjutnya, memiliki peran penting dalam pembangunan suatu negara. Dimana sesuai data, pemuda Indonesia dengan usia 16 sampai 30 tahun sebanyak 65 juta jiwa di tahun 2022, atau hampir dari seperempat total penduduk di Indonesia.

“Gambaran kondisi dan tatanan Pemuda Indonesia, kita memiliki tingkat pengangguran terbuka sebesar 13,93 persen. Sementara tingkat pengangguran nasional sebesar 5,86 persen. Jadi tingkat kepemudaan penganggurannya lebih tinggi, dibanding tingkat pengangguran nasional,” bebernya.

Sementara untuk mayoritas pemuda bekerja berstatus non-wirausaha sebanyak 80,52 persen. SEdangkan sebagian kecil pemuda berstatus wirausaha 19,48 persen. Dan pemuda yang berusaha sendiri mendominasi status wirausaha pemuda yaitu mencapai 69,3 persen.
“Undang-undang nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan, menyebutkan bahwa untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional diperlukan pemuda yang cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, serta memiliki jiwa kepemimpinan. Juga ada usaha kepeloporan dan kebangsaan,” imbuhnya.

Undang-undang itu juga, lanjutnya, menyebutkan salah satu peran aktif pemuda sebagai agen perubahan. Yang diwujudkan dengan mengembangkan kewirausahaan dan kepemimpinan, serta kepeloporan sebagaimana tercantum dalam pasal 17.

“Adapun pasal 25 menggariskan, bahwa penemuan kemandirian ekonomi Pemuda termasuk ke dalam pilar pemberdayaan pemuda. Maka dari itu program mayoritas pemerintah untuk kepemudahan yaitu pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri dan berdaya saing, serta mendukungnya semangat kewirausahaan. Dan kedua adalah penguatan ideologi Pancasila dan karakter serta budaya bangsa di kalangan pemuda,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah dalam hal ini melalui Kemenpora, terus berusaha meningkatkan nilai indeks pembangunan pemuda, khususnya pada domain lapangan dan kesempatan kerja, dan domain partisipasi dan kepemimpinan.
“Jadi peran GAMKI yang penting harus juga ada terobosan dan juga transformatif yang diharapkan. Implementasinya pun harus dilakukan secara kolaboratif antara pusat, daerah juga dunia usaha,” kata dia.

“Kami sendiri bersama Kemenpora, berkomitmen mendukung GAMKI dalam upaya akselerasi pembangunannya. Kemenpora sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan OKP, khususnya OKP keagamaan. Karena kita yakin secara struktur masih nyala dan efektif,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, dalam sambutannya berharap, Kongres XII GAMKI yang aka berlngsung di Kota Ambon tanggal 14-18 Mei 2023, dapat melahirkan pemimpin anak muda yang energik dan kritis.
“Siapapun yang nantinya terpilih, bukan saja soal kapasitas tapi harus sosok pemimpin yang memiliki solidaritas antar sesama pengurus. Juga selalu menggunakan kepemimpinan yang bersih, gentlemen dan kepedulian sebagai seorang Kristiani,” pesan Orno.

Menurutnya, dalam setiap Kongres GAMKI, selalu menaruh harapan besar terhadap keputusan-keputusan nasional yang dilahirkan untuk kebutuhan internal GAMKI, bagi negara serta generasi muda di Indonesia.

“Diharapkan kedepannya, GAMKI selain fokus konsolidasi organisasi, mengedepankan inovasi dan kredibilitas dalam pengabdian selalu berkiblat keteladanan Yesus. Dan di zaman demokrasi secara terbuka saat ini, harus menjaga batasan norma moral dan etika. Agar demokrasi kita tidak kebablasan,” pesannya.

Sekedar tahu, usai menyampaikan pesan Presiden RI, Menpora kemudian membuka Kongres XII GAMKI dengan melakukan pemukulan tifa. Dimana salah satu tujuan Kongres untuk memilih Ketua Umum GAMKI periode 2023-2028. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *