Danlantamal IX Temui Kelompok Nelayan di Seri dan Mahia

AMBON,PG.COM : Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon, Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina M.M., M.T., M.Tr. Opsla jalin komunikasi dengan Nelayan di Dusun Seri dan Dusun Mahia, Kecamatan Nusaniwe,Kota Ambon,demikian rilis yang diterima redaksi Pelagandong.com com pada Minggu. (13/10/23).

Ditengah-tengah kesibukannya Brigjen Said Latuconsina berkesempatan tatap muka dan berdialog langsung dengan nelayan yang ada di dua dusun tersebut

Dalam pertemuan tersebut, Brigjen Said Latuconsina mengucapkan terima kasih dan rasa senang
dapat hadir ditengah-tengah nelayan dan mendengar langsung dari para nelayan tentang permasalahan yang dihadapi.

Menurut Latuconsina ,TNI AL punya kepentingan dalam membina masyarakat pesisir sebagai kekuatan pertahanan sebagaimana yang menjadi bagian dari tugas pokok TNI AL yaitu pemberdayaan wilayah pertahanan laut (dawilhanla) yang dijabarkan dalam bentuk kegiatan pembinaan potensi maritim.

Provinsi Maluku merupakan salah satu Provinsi dengan luas wilayah lautan yang lebih besar dari pada daratannya, keadaan inilah yang membuat Provinsi Maluku kaya akan sumberdaya dan potensi kelautan.

Di ketahui hampir 80 % penduduk Maluku bermata pencaharian di sektor laut dan perikanan, tentunya hal ini berimplikasi pada penghasilan sektor laut utamanya perikanan di Provinsi Maluku cukup besar.

Apabila dikelola dengan baik akan memberikan keuntungan kepada masyarakat dan berimplikasi terhadap pendapatan asli daerah Maluku.

Sementara itu, beberapa perwakilan nelayan yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada TNI Angkatan Laut selama ini yang telah berkontribusi dan mengamankan wilayah laut Maluku sehingga masyarakat bisa melaut dengan aman.

Selanjutnya masyarakat juga menyampaikan sangat membutuhkan TNI AL untuk menjembatani dalam menyuarakan persoalan yang mereka hadapi mulai dari perijinan kapal tangkap/jaring, standarisasi harga ikan sampai dengan ketersediaan bahan bakar dan daya tampung cold storage, sehingga tidak merugikan nelayan.

Tidak jarang pada musim tertentu ikan hasil tangkapan nelayan tidak terjual sehingga menjadi busuk dan terpaksa dibuang ke laut.
Ada juga nelayan yang berharap putra putri mereka bisa diterima menjadi prajurit TNI AL.

Kiranya hasil pertemuan hari ini, akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan pelaku usaha perikanan, dan instansi terkait guna ditemukan solusinya.

Danlantamal XI berharap para nelayan tidak patah semangat terus bekerja dengan baik, sekaligus bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan laut agar terus memberi manfaat kepada nelayan dan pengguna laut lainnya, jika ditemukan aktifitas yang mencurigakan yang mengarah pada pelanggaran di laut dapat diinfokan kepada Lantamal IX, harapnya (PG-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *