Dankodaeral IX Ajak Semua Stekholder Bangun Industri di Maluku

AMBON, PG. COM : Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX), Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H, mengajak semua stekholder bangun Industri di Maluku, ungkapnya kepada wartawan usai kegiatan Forum Pakar Maritim yang berlangsung di Raja Seafood Restaurant, Jl. Wolter Monginsidi No.17-20, Ambon secara Hybrid, Selasa (24/2/2026).

” Maluku punya potensi yang baik yang perlu di tingkatkan namun semua itu bisa terjadi butuh dukungan semua pihak ” pungkasnya.

Dankodaeral IX menjelaskan , kegiatan Forum Pakar Maritim bertema “Net Gain Biodiversity, Warisan Ekologis untuk Maluku dan Indonesia” adalah kegiatan dalam rangka konservasi di laut bagaimana kita memanfaatkan laut ini untuk keberlangsungan hidup kita .

Menurut Jenderal bintang dua ini adalah konsep yang baru kalau kita mengenalkan dulu istilah proyek pembangunan strategi nasional itu adalah konsep yang berbunyi ganti untung .

kenapa sih di laut harusnya ganti untung juga, makanya Net Gain Biodiversity memunyai konsep malah lebih tinggi lagi, sehingga mengganti rugi malah yang lebih untung lagi, ucapnya.

Contohnya nelayan rumput laut yang berdampak harus dipindahkan kalau dulu produksinya hanya 1 ton namun dipindahkan malah berlipat ganda .nah konsep industri inilah yang saya harapkan.

Oleh karena itu kita membangun Maluku ini menjadi industri yang maju tapi tidak meninggalkan kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini saya prakarsai sebagai penggiat lingkungan Admiral yang peduli kepada lingkungan di bidang maritim ucapnya.

Forum Pakar Maritim inii bertujuan untuk merumuskan rekomendasi teknis penerapan Net Gain Biodiversity di sektor energi dan konservasi laut.
Membangun sinergi multi-sektor antara pertahanan maritim, pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat.
Menegaskan Maluku sebagai model integrasi pembangunan energi, konservasi biodiversitas, dan pertahanan semesta dan menghasilkan warisan ekologis sekaligus sosial yang memperkuat kedaulatan NKRI dan diplomasi Maritim Indonesia.

DIharapkan melalui forum ini dapat menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan rekomendasi teknis yang dapat dijadikan acuan nasional maupun internasional, sehingga Maluku tampil sebagai model integrasi antara kedaulatan maritim, konservasi biodiversitas, dan pengentasan kemiskinan,” harapnya.

Untuk diketahui pada kegiatan tersebut menghadiri Wakil Kepala BRIN antara lain Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, Gubernur Provinsi Maluku, Hendrik Izaak Lewerissa di wakili Sekretaris Daerah· Ir. Sadali IE, M.Si dan Pembina Yayasan Garuda di Lautku, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. sebagai Keynote Speakers.

Sedangkan Invited Speakersnya antara lain Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Dirjen Pengelolaan Kelautan Ir. Koswara, M.P., Dekan FPIK Unpad Dr. Sunarto, S.Pi., M.Si, Panglima Koarmada III Laksda TNI Dato Rusman SN, S.E., M.Si., M.Tr.Opsla. dengan Moderator Dekan FPIK Unpatti: Prof. Dr. Yoisye Lopulalan, S.Pi., M.Si (PG-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *