Derek Bakarbessy Fokus Kembangkan Desa Wisata Negeri Waai

AMBON, PG. COM Pemerintah Negeri Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, mulai memfokuskan langkah strategis dalam mengembangkan wilayahnya sebagai desa wisata berbasis potensi alam dan budaya. Program ini menjadi salah satu prioritas dalam masa kepemimpinan Derek Bakarbeasy

Pengembangan desa wisata tersebut akan diarahkan pada penataan berbagai destinasi unggulan yang selama ini telah dikenal masyarakat, seperti Air Waselaka atau wisata Belut, rumah pohon, dan Pulau Pombo, serta kawasan Dusun Wainuru. Potensi-potensi tersebut dinilai memiliki daya tarik besar bagi wisatawan lokal maupun mancanegara sejak tahun 1970
Raja Negeri Waai Derek Bakarbessy,kepada wartawan di ruang kerjanya,Sabtu (14/3/2026) mengatakan saat ini pemerintah negeri tengah melakukan persiapan awal dengan menata lokasi wisata yang selama ini belum terkoordinasi secara baik
“Sementara ini kami menyiapkan tempat-tempat wisata yang selama ini belum terkoordinasi dengan baik.

Nantinya akan ada tim yang dibentuk melalui SK untuk mengatur pengelolaannya,” katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah lokasi wisata untuk sementara ditutup guna memberikan ruang bagi proses penataan dan penyusunan aturan pengelolaan yang lebih tertib.
“Lokasi wisata sementara ditutup karena akan ada tim yang dibentuk dan di-SK-kan untuk mengatur tata tertib, sehingga pengunjung tidak merusak alam. Semua itu sudah tercantum dalam Peraturan Negeri (Perneg),” ujarnya.

Salah satu destinasi yang menjadi perhatian utama adalah Air Waselaka atau yang dikenal sebagai wisata Belut. Kawasan ini telah lama menjadi daya tarik wisata dan bahkan sejak tahun 1970-an telah didatangi wisatawan mancanegara.

Menurut Bakarbessy, ke depan kawasan tersebut akan ditata lebih baik dengan penambahan fasilitas penunjang guna meningkatkan kenyamanan pengunjung serta memperkuat daya tarik wisata.
“Air Waselaka yang selama ini dikenal wisatawan, bahkan pernah dikunjungi turis mancanegara sejak tahun 70-an, ke depan akan kami atur dan lengkapi fasilitasnya agar lebih baik,” katanya.

Selain Air Waselaka, potensi wisata rumah pohon yang saat ini dikelola secara individu oleh masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah negeri. Pengelolaan yang masih bersifat pribadi dinilai perlu didorong menjadi bagian dari pengembangan wisata desa secara terpadu.

“Rumah pohon saat ini masih dikelola secara individu. Namun kalau tidak ada kerja sama dan perhatian pemerintah, tentu pengembangannya akan terbatas,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata di Negeri Waai tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisata, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peluang ekonomi baru.
Dengan pengelolaan yang lebih profesional serta dukungan masyarakat dan pemerintah, berbagai potensi wisata seperti Pulau Pombo, Dusun Wainuru, rumah pohon, hingga Air Waselaka diyakini dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

“Harapan kami masyarakat siap mendukung, dan pemerintah juga memberi perhatian. Kalau semua dikelola dengan baik, maka dampaknya akan besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (PG-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *