BI Maluku Ungkap Penyebab Deflasi, Harga Ikan Jadi Faktor Kunci

AMBON, PG.COM – Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku, Dhita Aditya Nugraha, mengungkapkan bahwa penurunan harga sejumlah komoditas perikanan menjadi faktor utama yang menyebabkan Provinsi Maluku mengalami deflasi sebesar 0,17 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Mei 2026.

Kondisi ini menunjukkan besarnya pengaruh sektor perikanan terhadap pergerakan harga dan stabilitas ekonomi di daerah kepulauan tersebut.

“Penurunan harga komoditas perikanan seperti ikan selar, ikan layang, dan ikan cakalang menjadi penyumbang utama deflasi,” kataPelaksana Tugas Kepala Perwakilan BI Maluku, Dhita Aditya Nugraha, dalam keterangan resmi yang diterima media, Selasa (5/5).

Dhita menjelaskan, deflasi Maluku terutama bersumber dari Kabupaten Maluku Tengah yang mencatat deflasi sebesar 1,96 persen (mtm). Penurunan harga di wilayah tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan indeks harga secara keseluruhan. Namun, tekanan deflasi yang lebih dalam berhasil tertahan oleh inflasi yang terjadi di Kota Ambon sebesar 0,92 persen dan Kota Tual sebesar 0,64 persen pada periode yang sama.
Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Maluku tercatat sebesar 3,13 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,40 persen.

Meski mengalami perlambatan, inflasi Maluku masih berada di atas inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,42 persen. Kendati demikian, tingkat inflasi tersebut tetap berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen.

“Penurunan harga komoditas perikanan seperti ikan selar, ikan layang, dan ikan cakalang menjadi penyumbang utama deflasi,” ujar Dhita.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa fluktuasi harga hasil laut masih menjadi faktor dominan dalam pembentukan inflasi di Maluku.

Sebagai daerah yang mengandalkan sektor perikanan sebagai salah satu penggerak utama ekonomi, perubahan harga komoditas ikan dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat, stabilitas harga, serta kinerja perekonomian daerah secara keseluruhan. BI Maluku bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memperkuat koordinasi guna menjaga stabilitas harga dan memastikan inflasi tetap terkendali sesuai sasaran yang ditetapkan pemerintah.  5±

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *