Lanal Tual Fasilitasi Perdamaian Warga Desa Wermaf dan Desa Hoor

TUAL,PG.COM : Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tual, Koarmada IX, memfasilitasi perdamaian antara warga Desa Wermaf dan warga Desa Hoor yang sebelumnya terlibat konflik sosial di Komplek Pertamina, Kota Tual, Provinsi Maluku, Minggu (10/5/2026). Langkah mediasi ini dilakukan untuk meredam ketegangan sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam proses mediasi tersebut, Komandan Lanal Tual Kolonel Laut (P) Andi Putro mengutus Pasintel Lanal Tual Mayor Laut (P) Ali Siwasiwan bersama Pgs. Dansatma Lanal Tual Kapten Laut (PM) Endang Kuswara untuk memimpin jalannya komunikasi dan pendekatan damai kepada kedua kelompok warga.

Pertemuan turut dihadiri Kapolsek Dullah Selatan Ipda Muh Said, S.H., Camat Dullah Selatan Andreas, Babinsa Kelurahan Masrum Pelda Didik Kurniawan, Lurah Kelurahan Masrum Rahman, para Ketua RT/RW, serta sekitar 30 pemuda Kelurahan Masrum. Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mencegah konflik berkembang lebih luas.

Dalam forum mediasi, seluruh pihak diberikan kesempatan menyampaikan pandangan dan masukan guna mencari solusi terbaik atas kesalahpahaman yang terjadi. Aparat keamanan dan pemerintah setempat menekankan pentingnya menjaga persatuan serta menghindari tindakan provokatif yang dapat memicu bentrokan susulan.

“Pertemuan ini menjadi bahan renungan bersama atas ketegangan yang sudah terjadi, sehingga dengan pertemuan ini dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan tidak menimbulkan permasalahan yang berlarut-larut,” kata perwakilan Lanal Tual dalam pertemuan tersebut.

Hasil mediasi menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, di antaranya penerapan wajib lapor 1×24 jam bagi warga pendatang atau tamu yang tinggal lebih dari sehari di wilayah kelurahan. Setiap tamu diwajibkan melapor kepada pengurus RT/RW maupun kantor kelurahan guna mempermudah pengawasan lingkungan dan menjaga keamanan bersama.

Selain itu, Kelurahan Masrum akan mengeluarkan surat edaran terkait pemberlakuan jam malam dan pengawasan terhadap tamu dari luar kompleks. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

Untuk memperkuat pengamanan lingkungan, aparat bersama warga juga merencanakan pembangunan pos pemantauan di pertigaan Charli. Pos tersebut nantinya akan dijaga pemuda setempat guna mencegah masuknya pihak luar yang berpotensi melakukan provokasi dan memicu kembali konflik antarwarga di Kota Tual. (PG-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *