BI Jaga Stabilitas dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
AMBON, PG. COM : Tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam,” kata dia lagi.Jumat (29/05)
Berbagai instrumen terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing.
Instrumen yang dioptimalkan termasuk triple intervention di pasar valas (spot, non-deliverable forward/NDF, dan domestic non-deliverable forward/DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging.
Kemudian, strategi dalam menjaga kecukupan likuiditas pasar uang dan perbankan juga diperkuat. Menurut bank sentral, posisi SRBI berada dalam tren yang lebih terkendali.
“Ke depan, penerbitan SRBI terus diarahkan agar selaras dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas dan mendukung masuknya aliran modal asing guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Erwin.
Di sisi lain, BI juga terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) akan terus diperkuat guna mendorong pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas, termasuk penguatan mekanisme redistribusi likuiditas di sektor keuangan agar transmisi pembiayaan menjadi semakin efektif.
Selain itu, kebijakan digitalisasi sistem pembayaran juga terus diakselerasi, sehingga semakin mendorong pertumbuhan ekonomi. (*)
