Hursepuny Desak Pemkot Ambon Tangani Jalan Longsor di Letisel
AMBON, PG.COM : Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Ambon, Sewnly Hursepuny, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon segera mengambil langkah cepat untuk menangani kerusakan jalan dan talud akibat longsor di wilayah Kecamatan Leitimur Selatan (Letisel).demikian disampaikan Hursepuny kepada Pelagandong di Ambon, Kamis (18/07/2026).
Desakan tersebut disampaikan menyusul rusaknya sejumlah ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Hursepuny mengatakan, kerusakan terjadi di sejumlah wilayah seperti Negeri Hukurila, Kilang, Ema, Naku hingga Hatalai. Kondisi tersebut mengakibatkan mobilitas masyarakat terganggu dan berpotensi mengisolasi beberapa desa apabila tidak segera ditangani.
Selain itu, distribusi logistik dan pelayanan dasar kepada warga juga menjadi terhambat akibat rusaknya akses transportasi.
“ Kami mendorong untuk mempercepat proses pemulihan akses jalan, agar mobilitas warga dan distribusi logistik di empat desa bisa kembali berjalan normal.” kata Anggota DPRD 2 periode.
Menurutnya, jalan yang rusak tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi msyarakat, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan. Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2026 sedikitnya empat orang telah menjadi korban akibat kondisi jalan yang rusak dan rawan longsor di kawasan tersebut.
Karena itu, pemerintah diminta tidak menunda penanganan infrastruktur yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.
“ Saat ini sudah memasuki musim penghujan. Pemerintah Kota harus segera menangani jalan maupun talud yang rusak agar tidak semakin parah. Jika dibiarkan, biaya penanganannya akan jauh lebih besar.” pungkasnya.
Hursepuny menambahkan, persoalan tersebut telah dikomunikasikan kepada Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena. Menurutnya, Wali Kota telah merespons dan berkomitmen melakukan pembenahan jalan serta talud secara bertahap melalui APBD perubahan.
Namun demikian, ia berharap proses penanganan dapat dipercepat mengingat kondisi infrastruktur di Letisel sudah sangat mendesak dan menyangkut keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat. (PG-01)
