Tutupary : Jangan Biarkan Penderitaan Menjauhkan Kita dari Tuhan

AMBON, PG.COM : Penderitaan dan pergumulan hidup tidak boleh menjadi alasan bagi umat untuk menjauh dari Tuhan. Pesan itu disampaikan Pdt. J.K. Tutupary/L , S.Th., M.Th., saat memimpin kebaktian Minggu di Gedung Gereja Anugerah Jemaat GPM Leahari, Minggu (21/06/2026).

melalui perenungan firman Tuhan yang diambil dari Mazmur 137:1-9
daalam khotbahnya, Tutupary menjelaskan bahwa Mazmur 137 menggambarkan kesedihan bangsa Israel ketika berada dalam pembuangan di Babel.

Mereka kehilangan tanah air, tempat ibadah, dan mengalami tekanan yang menimbulkan luka batin mendalam. Namun, di tengah situasi tersebut, umat Israel tetap mengingat Tuhan dan tidak melupakan identitas iman mereka sebagai umat pilihan-Nya.
“Bangsa Israel berada jauh dari rumah dan mengalami penderitaan yang berat.

Mereka duduk di tepi sungai-sungai Babel sambil menangis ketika mengingat Sion. Tetapi di tengah kesedihan itu, mereka tetap mengingat Tuhan. Karena itu, jangan biarkan penderitaan menjauhkan kita dari Tuhan,” pungkasnya.

Menurutnya, pengalaman bangsa Israel memiliki relevansi kuat dengan kehidupan umat masa kini yang juga diperhadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari masalah keluarga, ekonomi, hingga tekanan sosial.

Dalam kondisi demikian, iman harus tetap dipelihara agar tidak goyah oleh keadaan yang sulit dan penuh ketidakpastian.

“Rumah tangga harus tetap menjadi tempat bertumbuhnya iman. Orang tua perlu membimbing anak-anak untuk mengenal Tuhan, sementara seluruh anggota keluarga harus terus membangun kehidupan doa. Ketika pergumulan datang, jangan meninggalkan Tuhan, tetapi semakin mendekat kepada-Nya karena Dia adalah sumber kekuatan dan pengharapan,” Ujarnya.

Melalui pesan Mazmur 137, jemaat GPM Leahari diingatkan bahwa setiap penderitaan memiliki akhir dan Tuhan tetap bekerja dalam kehidupan umat-Nya.

Kesetiaan kepada Tuhan, menurutnya, merupakan kunci untuk menghadapi berbagai tantangan hidup. Karena itu, umat diajak terus memelihara iman, menjaga kehidupan rohani keluarga, serta menaruh pengharapan sepenuhnya kepada Tuhan di tengah segala pergumulan.(PM-0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *