451 Tahun Ambon, Camat Letisel : Perbedaan Harus Jadi Jembatan Persaudaraan
AMBON, PG.COM : Memasuki usia ke-451 tahun, Kota Ambon tidak hanya merefleksikan perjalanan panjang sebuah kota, tetapi juga sejarah persaudaraan, perjuangan, toleransi dan keberagaman yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakatnya. Momentum tersebut mendapat perhatian dari Camat Leitimur Selatan, Ivan Pattinama, yang mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-451 Kota Ambon sebagai momentum memperkuat persatuan dan membangun daerah secara bersama-sama.
Pattinama menilai Kecamatan Leitimur Selatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan dan perkembangan Kota Ambon. Karena itu, masyarakat di wilayah tersebut diharapkan terus mengambil peran melalui semangat gotong royong, menjaga lingkungan, memperkuat hubungan sosial serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan kota.
Menurutnya, kemajuan Ambon harus dibangun dengan fondasi kebersamaan dan kepedulian seluruh masyarakat.
“Ambon bukan sekadar nama kota, melainkan simbol persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan
disini, perbedaan bukan menjadi dinding pemisah, melainkan jembatan yang menyatukan kita dalam semangat Pela Gandong,” kata Pattinama
Ia menegaskan, nilai Pela Gandong harus terus dirawat di tengah masyarakat. Semangat tersebut bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga menjadi kekuatan sosial untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan Kota Ambon.
Pattinama mengingatkan masyarakat agar perbedaan tidak dijadikan alasan untuk menciptakan jarak, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bersama yang lebih kuat.
“Semoga di usia yang ke-451 ini, Kota Ambon semakin maju dalam pembangunan, lingkungan semakin bersih, rakyat semakin sejahtera, dan tetap terjaga kedamaiannya.
Khususnya bagi masyarakat di Kecamatan Leitimur Selatan, mari katong terus bersatu, bergotong royong, dan berkontribusi nyata untuk kemajuan kota ini,” ujarnya.
Pattinama juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan, kerukunan dan keamanan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Ia berharap pembangunan Kota Ambon tidak hanya menghasilkan kemajuan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang nyaman bagi generasi mendatang.
Pesan tersebut dirangkum dalam semangat bersama yang menjadi identitas masyarakat Ambon: “Beta Par Ambon – Ambon Par Samua.” Bagi Pattinama, 451 tahun Kota Ambon harus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali bahwa kota ini adalah rumah bersama yang harus dijaga, dibangun dan diwariskan dalam suasana damai kepada anak cucu kita, pungkasnya (PG-01)
