Wali Kota Ambon Buka Ruang Kolaborasi Lebih Luas Dengan Polnam
AMBON,PG.COM : Pemerintah Kota Ambon membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Politeknik Negeri Ambon (Polnam) untuk bersama-sama menjawab berbagai persoalan pembangunan di Kota Ambon. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Ambon,Bodewin M. Wattimena,dalam sambutannya pada peringatan Dies Natalis ke-39 Polnam, Senin, (5/10/2026).
Menurutnya, perguruan tinggi vokasi memiliki posisi strategis karena tidak hanya berperan dalam pendidikan, tetapi juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan solusi berbasis kompetensi, riset, teknologi, dan inovasi.
“Strategis, Politeknik Ambon memegang peran penting dalam pembangunan kota ini. Oleh karena itu, tentu ke depan kita berharap ruang kolaborasi, ruang sinergi terbuka luas antara Pemerintah Kota Ambon dengan Politeknik Negeri Ambon dan juga seluruh perguruan tinggi yang ada di Kota Ambon,katanya.
Wattimena menegaskan, kolaborasi tersebut dibutuhkan untuk menghadapi sejumlah persoalan perkotaan yang masih menjadi pekerjaan bersama. Persoalan sampah, lingkungan hidup, kemacetan, banjir, keterbatasan akses air bersih, penataan kawasan kumuh hingga transformasi digital menuju konsep smart city disebut sebagai isu yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
Pemerintah Kota Ambon juga melihat pentingnya kontribusi institusi pendidikan dalam meningkatkan kompetensi serta memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda.
“Kita sama-sama menyelesaikan tantangan-tantangan yang kita hadapi saat ini. Mulai dari persoalan sampah, lingkungan hidup, kemacetan, kemudian banjir yang setiap tahun kita alami, akses air bersih yang sulit diperoleh, penataan kawasan kumuh yang masih belum mampu terselesaikan, transformasi digital menuju Ambon smart city yang terus kita lakukan,” ujarnya.
Di sisi lain, momentum Dies Natalis ke-39 Polnam dengan tema “Bersinergi, Inovasi Berdampak dan Berdaya Saing” dinilai sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Wattimena mendorong Polnam memperkuat kualitas pembelajaran, kompetensi mahasiswa dan tenaga kependidikan, fasilitas, ekosistem riset, serta jaringan kolaborasi. Tantangan transformasi digital, kecerdasan artifisial, otomatisasi, perubahan iklim serta dinamika sosial dan ekonomi menuntut perguruan tinggi mampu beradaptasi dan menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Semua mesti bekerja bersama. Pemerintah Kota Ambon tidak memiliki semua kelebihan, ada juga kekurangan. Polnam dan perguruan tinggi lainnya juga terus saling mengisi satu dengan yang lain. Mudah-mudahan kita bisa membuka ruang kerja bersama untuk menjawab berbagai persoalan yang kita hadapi,” pungkasnya.
Bagi Pemkot Ambon, penguatan kemitraan dengan Polnam bukan sekadar hubungan kelembagaan, tetapi diarahkan pada kerja bersama yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan posisi Polnam sebagai perguruan tinggi vokasi pertama di Maluku dan pengalaman 39 tahun dalam pengembangan pendidikan, ruang kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pembangunan kota dengan kapasitas akademik, teknologi, riset, dan sumber daya manusia yang dimiliki perguruan tinggi.
