Oratmangun : Tiongkok Berminat Bangun Kolaborasi Teknologi Dengan Unpatti
AMBON,PG.COM : Peluang kerja sama teknologi antara Indonesia dan Tiongkok mulai diarahkan ke Universitas Pattimura (Unpatti). Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, mengungkapkan adanya minat kuat dari pihak Tiongkok untuk membangun kolaborasi dengan Unpatti, khususnya dalam pengembangan teknologi dan Artificial Intelligence (AI).
Peluang tersebut dibahas dalam pertemuan Djauhari dengan pimpinan Unpatti pada Selasa (7/10/2026).
Pertemuan itu membahas sejumlah agenda kerja sama, termasuk rencana kunjungan Rektor Unpatti ke Tiongkok pada November 2026 untuk menindaklanjuti kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi di negara tersebut. KBRI akan memfasilitasi komunikasi dan penjajakan kerja sama Unpatti dengan berbagai universitas di Tiongkok.
“Kemarin, Selasa (7/10/2026), kami pertemuan dengan Unpatti, bahas banyak juga dengan Pak Rektor. Dan Pak Rektor sendiri akan berkunjung dalam waktu dekat, bulan November ini ke Tiongkok untuk menindaklanjuti kerja sama antara Unpatti dengan kita akan memfasilitasi untuk berbagai universitas di Tiongkok.” ucapnya.
Menurut Djauhari, teknologi AI menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam penjajakan tersebut. Hal itu terlihat dari kehadiran Huawei dalam kegiatan terkait AI di Unpatti. Kehadiran perusahaan teknologi asal Tiongkok itu dinilai membuka ruang bagi Unpatti untuk memperluas akses terhadap perkembangan teknologi, pengetahuan, riset, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
“Jadi kami menyambut baik dan kemarin kami hadir di acara di Unpatti mengenai Artificial Intelligence. Nah, Artificial Intelligence kan Huawei itu yang paling depan di dunia saat ini. Jadi mereka juga hadir. Gak gampang bahwa mereka ke sini, tapi syukurlah, puji Tuhan, karena dekat dengan mereka, mereka mau ke sini dan sangat-sangat berminat.” katanya.
Rencana kunjungan Rektor Unpatti ke Tiongkok pada November mendatang menjadi langkah lanjutan untuk mengubah peluang tersebut menjadi kerja sama yang lebih konkret. Kemitraan dengan perguruan tinggi dan institusi teknologi Tiongkok dapat diarahkan pada riset bersama, pengembangan AI, pertukaran akademik, peningkatan kompetensi mahasiswa dan dosen, hingga penguatan ekosistem teknologi di Maluku.
Bagi Maluku, perkembangan ini membuka peluang agar Unpatti tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan tinggi daerah, tetapi juga menjadi simpul pengembangan sumber daya manusia dan teknologi yang terhubung dengan jejaring internasional, ujarnya.
Tantangannya adalah memastikan setiap kerja sama menghasilkan manfaat yang terukur bagi kampus, mahasiswa, dunia riset, dan pembangunan ekonomi daerah, tutupnya (PG-01)
