BI Maluku Dorong UMKM Naik Kelas
AMBON, PG.COM : Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku kembali menggelar 6th Maluku Manggurebe pada 8–10 Oktober 2026 di Taman Pattimura, Ambon.
Mengusung tema “Manggurebe Mendorong Kreativitas dan Inovasi UMKM untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Tahan”, kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta talenta kreatif lokal untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan memperkenalkan produk unggulan Maluku kepada masyarakat.
Puluhan UMKM dari berbagai sektor turut meramaikan kegiatan tersebut melalui pameran produk dan rangkaian aktivitas yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli maupun mitra bisnis.
Lebih dari sekadar pameran, 6th Maluku Manggurebe diarahkan untuk mendorong UMKM meningkatkan kualitas produk, menyesuaikan inovasi dengan kebutuhan pasar, memperluas jaringan pemasaran, serta membuka akses terhadap pembiayaan.
Upaya ini menjadi penting agar produk lokal tidak hanya dikenal di pasar daerah, tetapi juga memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha lainnya, UMKM diharapkan mampu membaca perubahan tren konsumsi, memperkuat daya saing, serta mengembangkan model bisnis yang lebih adaptif terhadap perkembangan ekonomi.
Dimensi edukasi dan pengembangan kapasitas juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan tahun keenam ini. Sejumlah figur nasional dijadwalkan hadir dalam berbagai sesi, antara lain Prita Ghozie dan Liana Oktavian dalam Youth Economy Talks, penulis Almira Bastari melalui sesi bedah buku Agensi Rumah Tangga, serta Patrik Vinsensius, Juara Indonesia Barista Championship (IBC) 2023, dalam demonstrasi Take Over Manual Brew. Komika nasional Ali Akbar turut memeriahkan kegiatan melalui lomba stand-up comedy.
Selain menghadirkan hiburan, rangkaian talkshow mengangkat isu ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan sistem pembayaran, termasuk pemanfaatan layanan keuangan digital secara aman serta peningkatan pemahaman mengenai pelindungan konsumen.
Komitmen terhadap keberlanjutan turut diperkuat melalui workshop pembuatan produk daur ulang, edukasi pengelolaan sampah, serta pengenalan tenun dengan pewarna alami.
Kegiatan ini mendorong pelaku UMKM dan komunitas untuk mengintegrasikan kepedulian lingkungan ke dalam proses produksi sekaligus menciptakan produk bernilai tambah. Di sisi lain, perlombaan, kegiatan komunitas, peragaan busana, dan penampilan musisi memberikan ruang bagi talenta lokal untuk menunjukkan kreativitas, memperkenalkan kekayaan budaya daerah, serta membangun apresiasi masyarakat terhadap karya anak Maluku. Perpaduan antara promosi usaha, edukasi, budaya, dan keberlanjutan diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku mengajak masyarakat untuk mengunjungi 6th Maluku Manggurebe yang berlangsung selama tiga hari dan terbuka untuk umum secara gratis.
Partisipasi masyarakat tidak hanya diharapkan melalui kehadiran dalam pameran dan hiburan, tetapi juga melalui dukungan nyata dengan mengenal, membeli, dan menggunakan produk lokal.
Dukungan konsumen menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan usaha, perluasan pasar, dan lahirnya inovasi baru. Melalui kolaborasi antara BI, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat, Maluku Manggurebe diharapkan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku yang lebih inklusif, kompetitif, dan berdaya tahan. (PG-01
