Dana Stimulan Korban Bencana di Ambon Berpeluang Naik
AMBON,PG.COM – Pemerintah Kota Ambon berencana menaikkan dana stimulan bagi masyarakat terdampak bencana dari Rp15 juta menjadi Rp20 juta hingga Rp25 juta pada 2027. Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat Apel Pagi Pemerintah Kota Ambon yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan, Senin (12/10/2026).
Rencana kenaikan bantuan itu dipertimbangkan karena besaran dana stimulan Rp15 juta telah berlaku selama lebih dari lima tahun. Menurut Bodewin, penyesuaian diperlukan untuk mempertimbangkan perkembangan kondisi ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan saat ini, sehingga bantuan pemerintah diharapkan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat yang tertimpa musibah.
“Dana stimulan ini memang tidak bisa menggantikan seluruh kerugian yang dialami masyarakat, tetapi paling tidak menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam membantu warga yang mengalami musibah,” kata Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.
Dana stimulan tersebut diperuntukkan bagi warga yang terdampak bencana, termasuk kebakaran, tanah longsor, dan pohon tumbang. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban dalam menghadapi kondisi darurat dan memulai pemulihan setelah bencana. Meski demikian, rencana kenaikan menjadi Rp20 juta hingga Rp25 juta pada 2027 masih perlu ditindaklanjuti melalui proses kebijakan dan penganggaran pemerintah daerah.
Di tengah rencana penyesuaian bantuan, Pemkot Ambon juga menghadapi tantangan meningkatnya kejadian kebakaran akibat kemarau berkepanjangan. Berdasarkan data yang disampaikan Bodewin dalam arahannya, tercatat 34 kejadian kebakaran selama 1–10 Oktober 2026, termasuk di kawasan Gunung Nona dan Latuhalat. Kondisi tersebut mempertegas pentingnya kesiapsiagaan pemerintah serta keterlibatan masyarakat dalam mencegah dan menangani bencana.
Bodewin meminta aparatur sipil negara, camat, kepala desa, dan lurah meningkatkan edukasi serta kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran.
Ia juga mengapresiasi petugas pemadam kebakaran, BPBD, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan keadaan darurat. Pemkot Ambon berharap peningkatan kesiapsiagaan berjalan seiring dengan upaya memperkuat dukungan bagi korban bencana, sehingga penanganan darurat dan pemulihan masyarakat dapat dilakukan secara lebih optimal. (*)
