11 Rute Terdampak, Seluruh Penerbangan Bandara Pattimura Batal
AMBON, PG COM : Cuaca buruk yang disertai jarak pandang terbatas (low visibility) menyebabkan seluruh operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon dibatalkan pada Minggu (18/10/2026).
Gangguan yang berlangsung sejak Rabu (14/10/2026) itu semakin meluas hingga berdampak pada 11 rute penerbangan, mengganggu konektivitas udara Ambon dengan sejumlah wilayah di Maluku dan kota-kota lain di Indonesia.
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Pattimura Ambon menyampaikan bahwa kondisi cuaca yang semakin memburuk menyebabkan jarak pandang berada di bawah standar keselamatan penerbangan. Sebelumnya, pada Rabu, sejumlah penerbangan mengalami penundaan dan pembatalan. Gangguan berlanjut pada Kamis dan Jumat, kemudian meningkat pada Sabtu (17/10), ketika delapan rute penerbangan dibatalkan. Puncaknya terjadi pada Minggu, saat seluruh penerbangan yang dijadwalkan dibatalkan demi mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan.
Sebanyak 11 rute yang terdampak pembatalan pada Minggu meliputi tujuan Bandar Udara Douw Aturure di Nabire, Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandanaira, Wahai, Sultan Hasanuddin di Makassar, Kufar di Seram Bagian Timur, Jos Orno Imsula di Moa, Mathilda Batlayeri di Saumlaki, Karel Sadsuitubun di Langgur, Juanda di Surabaya, serta Sultan Babullah di Ternate. Meluasnya pembatalan ini menjadi tantangan bagi mobilitas masyarakat, terutama penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan antardaerah maupun ke luar Maluku.
General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia menegaskan, keputusan terkait operasional penerbangan harus mempertimbangkan kondisi cuaca dan standar keselamatan, sementara pengelola bandara berupaya memastikan penumpang tetap mendapatkan pelayanan selama berada di terminal.
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pengguna jasa akibat kondisi bad weather dan low visibility yang melanda beberapa hari terakhir ini. Keselamatan dan keamanan penerbangan harus selalu menjadi prioritas utama. Sebagai bentuk empati dan pelayanan optimal dari kami, pihak Bandara Internasional Pattimura Ambon telah menyalurkan Service Recovery Action (SRA) secara langsung kepada para penumpang yang terdampak di terminal. Kami berupaya semaksimal mungkin agar fasilitas ruang tunggu tetap sejuk, bersih, dan nyaman sembari penumpang menunggu proses penanganan lebih lanjut dari pihak maskapai,” ujar Johan Seno Acton.
Sebagai bentuk kepedulian, pengelola bandara menyalurkan Service Recovery Action (SRA) berupa makanan ringan dan minuman kepada penumpang terdampak.
Penumpang yang penerbangannya dibatalkan diarahkan menuju loket layanan pelanggan masing-masing maskapai untuk mengurus pengembalian dana (refund) atau penjadwalan ulang (reschedule) sesuai ketentuan yang berlaku.
Manajemen Bandara Pattimura menegaskan bahwa kompensasi, refund, dan reschedule menjadi tanggung jawab maskapai, sedangkan pengelola bandara berfokus pada kenyamanan fasilitas terminal, ketertiban, serta penyampaian informasi penerbangan.
Di tengah kondisi cuaca yang belum mendukung, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional (PG-O1)
