Michael Wattimena Ajak Raja Baru Aboru Satukan Masyarakat dan Perkuat Pembangunan Negeri

AMBON,PG.COM : Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI sekaligus Komisaris Pertamina International Shipping, Dr. Michael Wattimena, S.E., S.H., M.M., kepada awak media di Aboru,Kamis  (29/10/2026) berharap Raja Negeri Adat Aboru yang baru dilantik mampu menjalankan amanah kepemimpinan dengan mengedepankan persatuan masyarakat dan memperkuat pembangunan negeri.

Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengakhiri perbedaan pilihan selama proses pemilihan raja serta membuka ruang kerja sama yang lebih luas demi kemajuan Negeri Adat Aboru.

Michael menegaskan, seorang raja memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni sebagai pemimpin pemerintahan adat dan kepala pemerintahan negeri.

Kedua peran tersebut harus dijalankan secara seimbang agar nilai-nilai adat tetap terpelihara, tata kelola pemerintahan berjalan baik, dan kepentingan seluruh masyarakat dapat terakomodasi. Menurut dia, legitimasi kepemimpinan tidak cukup hanya bertumpu pada pelantikan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kemampuan merangkul masyarakat tanpa membedakan kelompok maupun pilihan politik selama proses pemilihan.

“Perbedaan pilihan dan persaingan yang terjadi dalam proses pemilihan sebelumnya hendaknya tidak lagi menjadi pemisah. Kini saatnya seluruh elemen masyarakat kembali bersatu untuk membangun Negeri Adat Aboru menjadi lebih baik ke depan,” ujar Michael Wattimena.

Ia menjelaskan, dalam kapasitas sebagai pemimpin adat, Raja Aboru diharapkan mampu merangkul seluruh kelompok masyarakat, memulihkan hubungan yang sempat merenggang, serta memperkuat kembali kebersamaan dalam struktur pemerintahan negeri.

Sementara itu, sebagai kepala pemerintahan negeri, raja perlu membangun koordinasi yang efektif dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten untuk mendorong pelaksanaan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sinergi lintas pemerintahan dinilai penting agar potensi negeri dapat dikelola secara optimal dan hasil pembangunan benar-benar dirasakan warga.

Michael juga berharap kepemimpinan baru dapat membuka ruang partisipasi masyarakat dalam merumuskan prioritas pembangunan, sekaligus mengoptimalkan potensi Negeri Adat Aboru melalui kerja sama berbagai elemen.

Ia menyatakan komitmennya untuk tetap hadir di tengah masyarakat, memberikan dukungan, dan membantu memperjuangkan aspirasi warga sesuai kapasitas serta kewenangannya. “Harapan kami, Raja Aboru yang baru dilantik dapat menjadi pemimpin yang mampu merangkul seluruh masyarakat, memperkuat persatuan, serta membangun sinergi dengan berbagai pihak demi mewujudkan Negeri Aboru yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera,” katanya.

Pesan tersebut menempatkan persatuan sebagai fondasi utama bagi keberlanjutan pemerintahan dan pembangunan Negeri Adat Aboru. Tantangan kepemimpinan raja yang baru bukan hanya menjaga kewibawaan adat, melainkan juga memastikan pemerintahan negeri berjalan inklusif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan mengakhiri sekat-sekat akibat perbedaan pilihan, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, serta melibatkan warga dalam pembangunan, kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa Aboru menuju kehidupan sosial yang lebih harmonis dan kesejahteraan yang lebih baik. (PG-01)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *