Pasukan Cakalele Amahai Ngamuk di Upacara HUT ke-69 Masohi, Bupati dan Saniri Minta Maaf

MASOHI,PG.COM : Suasana khidmat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi di Lapangan Nusantara, Selasa (3/11/2026), sempat diwarnai ketegangan setelah pasukan Cakalele dari Negeri Amahai menunjukkan reaksi emosional terhadap kesalahan teknis pemutaran lagu oleh panitia penyelenggara.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIT, sesaat setelah prosesi penyerahan Pataka Pamahanusa oleh para pemangku adat yang dikawal tim Cakalele kepada Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, S.P., M.A.P. Ketegangan bermula ketika suasana prosesi adat masih berlangsung dengan iringan tifa, namun panitia justru memutar lagu yang kemudian terdengar di seluruh area upacara.

Pemutaran lagu pada saat prosesi adat belum sepenuhnya berakhir itu memicu kemarahan pasukan Cakalele Amahai. Mereka menilai tindakan tersebut tidak menghargai dan mengganggu kekhidmatan ritual adat yang menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan HUT ke-69 Kota Masohi.

Situasi tersebut menjadi perhatian peserta upacara, mengingat prosesi penyerahan Pataka Pamahanusa memiliki nilai simbolis dan kehormatan tersendiri bagi masyarakat adat.

Menyikapi insiden tersebut, Pemerintah Negeri Amahai melalui Ketua Saniri, Buce Wattimury, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berlangsung di tengah upacara. Permohonan maaf juga disampaikan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir.

Kedua pihak berharap peristiwa tersebut tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar, sebab kejadian itu dipicu oleh kesalahan teknis panitia dalam mengatur rangkaian acara, bukan dimaksudkan untuk melecehkan atau merendahkan nilai-nilai adat Negeri Amahai.

Pemerintah Negeri Amahai dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi bohong atau hoaks, serta tidak menyebarkan narasi provokatif yang dapat memperkeruh suasana.

Masyarakat diminta menyikapi kejadian tersebut secara bijaksana dan mengedepankan semangat persaudaraan, persatuan, serta penghormatan terhadap adat dan budaya sebagai fondasi kehidupan orang Maluku.

Momentum HUT ke-69 Kota Masohi diharapkan tetap menjadi ruang mempererat hubungan antarmasyarakat, bukan justru menjadi pemicu perpecahan akibat kesalahpahaman teknis dalam penyelenggaraan acara (PG-01

–

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *