Hindari Pembiasan Data, PBB Terapkan Satu Pintu

AMBON,PELAGANDONG.COM :
Menghindari terjadinya pembiasan data korban bencana maka Posko Penanggulangan Bencana (PBB) Kota Ambon menyusun data secara berjenjang, ungkap Ketua Bidang Sarana dan Prasarana Posko Penanggulangan Bencana Kota Ambon, Enrico Matitaputty kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (01/10/2019).

” Secara berjenjang semua data akan kita tampung agar data Korban tidak ada yang dobel ”

Matitaputty mengatakan kami menerima data Korban bencana hanya dari Camat, karena Data itu telah di data secara berjenjang dari RT/RW,Raja/Kades ” jelasnya.

Kecamatan Sirimau merupakan kawasan terbesar kena dampak bencana gempa tektonik 6,8 SR di Kota Ambon.

“Data yang diterima Posko berjenjang, mulai dari desa diteruskan ke kecamatan selanjutnya camat mengirim data tersebut ke Posko dan diupdate ke Bidang Sarana Prasarana. Sehingga data tersebut valid, setelah data tersebut diinput dikembalikan ke camat untuk dikoreksi agar data yang dikirim sesuai dengan kondisi, sebelum dikirim ke Ketua Posko yakni Sekretaris Kota Ambon, Walikota dan Wakil Walikota,” terangnya.

Enrico menjelaskan, setiap 3 hingga 6 jam data selalu diterima kemudian diperbarui sebelum diposting ke grup whattsapp posko.
Soal jumlah pengungsi Kota Ambon terkini, Matitaputty mengaku tidak berkompeten untuk menjelaskan lantaran informasi harus satu pintu.

“Kalau saat ini sesuai data yang terverifikasi hanya sekitar 400-an,” katanya.

Kawasan yang paling banyak alami kerusakan akibat Gempa Tektonik 6,8 SR adalah Kecamatan Sirimau, Baguala, Teluk Ambon dan Leitisel.
Di Kecamatan Sirimau daerah yang paling banyak kerusakan adalah Hative Kecil, Pandan Kasturi, dan Batu Merah.

Prosentase kerusakan di Kecamatan Sirimau sekitar 10-15 persen dari keseluruhan kerusakan di Kota Ambon yang terdiri dari rumah penduduk, dan fasilitasi umun seperti sekolah, rumah ibadah, pasar, pertokoan dan lainnya.

“Posko menerima semua data namun akan dilakukan verifikasi ulang serta diboboti sesuai standar PU menurut klasifikasi kerusakan dan per item misalnya, plafon atau penutup langit-langit hanya memiliki standar kerusakan 4,5 persen walaupun seluruh plafon jatuh, kerusakannya hanya 4,5 persen an masuk kategori ringan,” kata Enrico.

Dijelaskan, telah disepakati jika kerusakan dibawa 5 persen tidak diakomodir, misalnya ada beberapa batako yang terlepas maka tidak akan dimasukan dalam daftar merusakan.

“Kami lakukan assesmen tiap rumah dan ditandatangani pemilik rumah. nantinya jika suatu saat diprotes, maka akan ditunjukan hasil assesmen yang ditandatangani tersebut,” kata Enrico (PG-02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *