Lewerissa  Minta Pempus Jadikan Maluku Sentra Perikanan Nasional

AMBON,PG.COM : Anggota DPR RI Hendrik Lewerissa Minta Pemerintah Pusat (Pempus) menjadikan Provinsi Maluku sentra perikanan Nasional,demikian sambutannya pada bimbingan teknis (bimtek) bagi Wira Usaha Baru (WUB) Industri Kecil Menengah (IKM) yang berlangsung di Pacific hotel Ambon, Senin, (09/03/2020)

Sebanyak 120 peserta yang mengikuti Bimtek,yang berasal di tiga kabupaen kabupaten/kota di Provinsi Maluku yakni, Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat,yang berlangsun dari tnggal 9-12 maret 2020

Dalam sambutanya, Anggota DPR RI ini menghendaki agar pembangunan nasional harus memberi manfaat sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur dalam wadah negara kesatuan republik Indonesia, pembangunan nasional dilaksanakan dengan memanfaatkan kekuatan dan kemampuan sumber daya yang tangguh guna mewujudkan kedaulatan kemandirian dan ketahanan bangsa untuk kepentingan nasional.

“Kita juga memahami bahwa pembangunan nasional di bidang ekonomi dilaksanakan dalam rangka menciptakan struktur ekonomi yang kokoh melalui pembangunan industri yang maju sebagai faktor penggerak ekonomi yang didukung oleh kekuatan dan kemampuan sumber daya yang tangguh”, ungkapnya.

Dikatakan, Pembangunan industri yang maju dapat diwujudkan melalui penguatan struktur industri yang mandiri yang sehat dan berdaya saing dengan mendayagunakan sumber daya secara optimal dan efisien serta mendorong perkembangan industri ke seluruh wilayah Indonesia dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional yang berlandaskan pada kerakyatan keadilan dan nilai-nilai luhur budaya bangsa dengan mengutamakan kepentingan nasional.

“Kita memang saat ini hidup di era globalisasi dan realisasi zaman di mana memang persaingan yang sangat ketat itu tidak mungkin kita hindari tetapi zaman ini juga menggunakan banyak pelaku-pelaku usaha untuk melakukan kolaborasi atau kerjasama. Karena itu, berbagai dukungan dalam bentuk perangkat kebijakan yang tepat perencanaan yang terpadu dan pengelolaan yang efisien dengan memperhatikan prinsip-prinsip tata kelola yang baik”, kata politisi partai Gerindra ini.

Menurutnya, untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten guna meningkatkan peran sumber daya manusia Indonesia dengan memperhatikan penyebaran dan pemerataan ketersediaan sumber daya manusia industri di setiap wilayah provinsi dan kabupaten kota.

“Saat ini kita fokus untuk mengembangkan wirausaha baru tentu dengan tujuan untuk menghasilkan wirausaha yang berkarakter dan mental kewirausahaan serta mempunyai kompetensi sesuai dengan bidang usahanya”, tuturnya.

Dikatakan pula, Kegiatan saat ini dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta bimtek agar cita-cita dan harapan untuk ketersediaan wirausaha baru di Maluku yang dikelola oleh sumber daya industri yang handal bisa terwujud.

“Sebagai salah satu dari empat anggota DPR RI dapil Maluku yang diberi kepercayaan dan amanah oleh masyarakat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat daerah Maluku di DPR RI maka saya memandang penting untuk menyampaikan bahwa kekuatan sumber daya industri di Maluku ada di sektor perikanan dan kelautan, sektor pariwisata, pertambangan dan ekonomi kreatif, olahraga dan seni budaya.

“Karena itu, dalam berbagai kesempatan rapat dengar pendapat dan rapat kerja dengan pak Menteri Perindustrian dan jajarannya saya selalu mengusik pak menteri, saya menggelitik beliau untuk lakukan orientasi perkembangan industri di sektor industri, sektor perikanan di Maluku”, ujarnya.

Dikatakan, Maluku memiliki segalanya, tetapi Pemerintah Pusat belum juga memperhatikan Maluku, baik itu dari perikanan tangkap maupun pengolahan – pengolahan hasil perikanan.

Padahal semua syarat untuk membangun industri perikanan itu ada di Maluku dan Maluku memiliki sumber daya manusia, jadi apa yang kurang di Maluku. “Ternyata yang kita belum miliki adalah Maluku belum dilihat sebagai salah satu pelaku pasar atau market leader yang signifikan. Oleh karena itu, kita butuh perhatian pemerintah pusat. Saya berharap semoga kedepan kementerian perindustrian lebih memperhatikan Maluku”, ungkap Lewerissa.

Dijelaskan, untuk pengembangan industri perikanan Lewerissa akui, fokus Pemerintah Pusat itu masih di pulau Jawa, sementara di Maluku sama sekali belum di sentuh.

“Karena itu, untuk menjadikan Maluku sebagai sentra industri perikanan, saya selalu mengusik dan meminta perhatian serius dari Menteri Perindustrian agar lebih fokus ke Maluku. Semua persyaratan membangun industri perikanan itu ada di Maluku yang belum ada mungkin soal goodwill dari pemerintah pusat.

Karena itu, saya sebagai wakil rakyat asal Maluku berharap pemerintah pusat betul-betul mau menjadikan Maluku sebagai sentra perikanan nasional yang handal.

Sementara itu, Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Endang Suwartini menyampaikan dalam rangka menumbuhkan wirausaha baru di bidang industri kecil dan menengah maka perlu untuk melakukan bimbingan teknis. Oleh karena itu, terselenggaranya kegiatan bimtek ini atas kerjasama Kementerian Perindustrian bersama komisi VI DPR RI yang dalam hal ini diwakili oleh Anggota DPR RI dapil Maluku Hendrik Lewerissa.

“Perlu kami sampaikan juga bahwa keberadaan dari pada kegiatan ini adalah untuk memberikan peran yang positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat”, tuturnya.

Selain itu juga, perlu di ketahui bersama bimbingan teknis ini memberikan kontribusi penting bagi pembangunan industri nasional karena itu, diharapkan dengan industri kecil ini menjadi bagian dari pada rantai pasok industri nasional.

“Jadi saat ini target kami bisa mendapatkan sebanyak 600 wirausaha baru, terutama untuk industri kecil di seluruh Indonesia salah satunya kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Maluku”. Ungkapnya.

Dikatakan, menjadi wirausaha Baru adalah hal yang membanggakan karena wirausaha ini memiliki kemampuan dalam melihat peluang. Karena mereka dipersiapkan untuk melihat peluang bisnis yang ada dan yang tidak kalah penting adalah berani mewujudkan keinginan. “Oleh karena itu, pada bimbingan teknis ini kami persiapkan semua itu, untuk menjadi wirausahawan handal”, tuturnya.

Untuk diketahui, peserta bimtek ini akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan secara teknis sesuai dengan bidang masing – masing, misalnya pengolahan ikan asap kita melibatkan para pakar.

“Jadi kita ingin mempersiapkan SDM mini menjadi wirausaha baru yang tangguh yang kreatif dan tentu saja kami dari direktorat jenderal industri kecil menengah juga mendorong bimbingan ini melalui pembangunan sentra-sentra industri”.tuturnya. (PG-02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *