Bangun Pos, Dishub Tertibkan Pengemudi Nakal

AMBON, PG. COM : Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon mulai melakukan pengawasan ketat terhadap para pengemudi angkot maupun speedboat yang mengabaikan physical distancing (pembatasan fisik), untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pengawasan dilakukan dengan membangun sekitar 17 posko, agar para pengemudi angkot dan speedboat tetap menjalankan himbauan physical distancing, dengan membatasi jumlah penumpang sesuai edaran Walikota Ambon, Richard Louhenaepessy yang telah diberlakukan sebelumnya.

Kepala Dishub Kota Ambon, Robby Sapulette mengatakan, pengawasan perlu diperketat lantaran sebagian pengemudi angkot maupun speedboat terkadang sering mengabaikan edaran walikota, dengan memuat penumpang lebih dari 50 persen kapasitas.

Padahal dalam edaran sebelumnya telah dipertegas, bahwa untuk menjaga jarak fisik, para penumpang angkot maupun speedboat hanya 50 persen dari kapasitas.
“Phyisical distancing ini merupakan pembatasan penumpang untuk angkutan darat muaupun laut, sesuai edaran walikota. Karena dalam implementasi ada pengemudi yang nakal atau yang tidak taat asas, maka kita perketat pengawasan dengan membentuk 17 posko,” ungkap Sapulette, kepada wartawan, di Balai Kota Ambon, Rabu (15/4).

Diakuinya, dengan adanya posko tersebut pihaknya dapat melakukan pemantauan maksimal terhadap para pengemudi angkot maupun speedboat.
“Pemantauan yang kita lakukan tersebar di terminal, seluruh bagian ruas jalan keluar masuk lalu lintas yang ada. Sehingga sosialisasi terhadap physical distancing ini lebih maksimal,” ujarnya.

Sapulette menambahkan, lewat sejumlah posko-posko yang ada, pihaknya juga akan mempertegas para pengemudi untuk selalu menggunakan masker. Upaya tersebut akan diawali dengan pembagian masker secara gratis kepada para pengemudi angkot dan speedboat oleh Pemerintah Kota.
Sehingga ketika masker telah dibagikan, maka para pengemudi diwajibkan selalui menggunakan makser, termasuk para penumpang angkot dan speedboat.

“Minggu ini juga kita akan berikan bantuan masker gratis bagi seluruh pengemudi angkot dan speedboat. Rencananya 2000 makser. Setelah itu, Pemerintah Kota akan keluarkan edaran wajib menggunakan masker. Dan kita akan lakukan penindakan bagi yang tidak menggunakan masker,” tegasnya.

Ia berharap, dengan adanya posko-posko pemantauan yang dibangun, dapat membantu pencegahan Covid-19 di kota Ambon.

“Dengan adanya posko ini kita elminir pengemudi nakal yang menaikan penumpang lebih sesuai edaran. Ini hanya berlaku bagi pengemudi angkot dan speedboat,” tutupnya (PG-02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *