26 Mei, RSUD Leimena Mulai Beroperasi 

AMBON.PG.COM : Pemerintah Provinsi Maluku akan memfungsikan penggunaan RSUD Dr.J.Leimena sebagai rumah sakit khusus menangani pasien virus corona atau Covid-19, karena secara fisik dan prasarana telah siap, tinggal SDM

Direktur Umum RS dr J Leimena, dr. Calentinus Eigya Munthe, Sp.l, KJ, M.Kes menjelaskan persiapan operasional Rumah Sakit dr J Leimena Ambon dalam rangka pelayanan Covid-19 khususnya sarana dan prasarana telah lengkap semua, akan tetapi sampai saat ini belum dapat memberikan pelayanan karena SDM yang akan ditempatkan masih menunggu datang dari pusat.

Dalam wabah pendemi covid-19 ini, untuk meringankan beban kesehatan di rumah sakit-rumah sakit yang ada di sekitar kita, kami berusaha untuk berkontribusi dengan bantuan dari dinas kesehatan provinsi dan dinas kesehatan kota Ambon,dukungan besar sangat kita harapkan dari Pemerintah Daerah Provinsi Maluku untuk mengoperasionalkan RSUD dr. J Leimena Ambon.

“Jadi barusan kita bicarakan sarana-prasarana akan kami siapkan, SDM akan disiapkan oleh dinas kesehatan dengan mengaktifkan tenaga-tenaga kesehatan yang ada di Kota Ambon dan kemudian kebutuhan-kebutuhan yang masih perlu kita lengkapi akan di suport oleh dinas kesehatan provinsi, pemda provinsi dan dinas kesehatan kota Ambon,”Jelas Calentinus.

Calentinus mengatakan rencana untuk operasional ini sudah dipersiapkan sebelumnya dan direncanakan akan beroperasi pada tanggal 26 Mei 2020.

“Jadi setelah selesai lebaran, kita segera opreasionalkan karena tenaga kesehatan yang akan ditugaskan di Rumah Sakit dr. J Leimena pada saat bertugas akan mendapatkan karantina selama masa penugasan.oleh karena itu kita harus mempertimbangkan semua aspek,”Kata Calentinus.

Calentinus mengungkapkan untuk tenaga kesehatan akan diambil dari dinas kesehatan kota Ambon dan dinas kesehatan provinsi Maluku.

“Jadi dokter-dokter puskesmas yang ada akan kita tugaskan, dokter-dokter di RSUD maupun dokter-dokter swasta semuanya kita tarik untuk di jadikan sebagai tenaga pelaksana sehingga RSUD dr. J Leimena ini bisa kita katakan nanti seluruh unsur yang ada di Maluku ikut terlibat semuanya,”ungkap Calentinus.

Calentinus juga mengatakan untuk mengoperasionalkan RSUD dr J Leimena, di butuhkan 120 tenaga kesehatan yg akan dibagi dalam 4 tim.

“Jadi 1 tim akan bekerja sebanyak 30 orang. dan 30 org ini dua minggu akan melaksanakan kerja, dua minggu masuk karantina dan tim kedua yang akan bekerja,”Kata Calentinus.

Lanjut Calentinus, adapun sarana yang akan disiapkan yaitu seluruh kapasitas tempat tidur yang dibutuhkan. Jadi rumah sakit RSUD dr J Leimena telah memiliki kapasitas 200 tempat tidur.

“Kita akan operasionalkan 200 tempat tidur sesuai dengan kebutuhan pasien yang ada. Untuk sarana kebutuhan penderita pelayanan yang khusus untuk pasien covid, kita mempersiapkan 21 tempat tidur dengan ventilator untuk yang kasus berat. Jadi kita persiapan cukup besar kapasitasnya tapi dengan catatan bahwa RSUD dr J Leimena pada saat ini hanya akan melakukan pelayanan khusus untuk pasien Covid-19, diluar itu kita tidak akan memberikan pelayanan,”Ungkap Calentinus.

Ia nenambahkan RSUD dr. Leimena dalam memberikan pelayanan Covid tidak ada biaya yang dikenakan kepada pasien.

Tenaga kesehatan yang akan melayani di RSUD dr J Leimena telah ditraining dan sudah magang, sehingga sudah siap bekerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr Meykal Pontoh mengatakan RSUD dr J Leimena akan dioperasionalkan setelah lebaran, karena memang RSUD menetapkan standar-standar yang berupaya agar jangan terjadi kontaminasi, entah itu dari rumah sakit dibawah keluar ataupun dari luar bawa kedalam rumah sakit.

“Memang beberapa hari ini kita perlu melakukan langkah-langkah kesehatan ketika memulai tugas harus di RDT dan dikarantina dulu, untuk memastikan ketika melakukan pelayanan kepada masyarakat dengan betul-betul sehat tanpa membawa virus. Sehingga itulah yang tadinya beberapa hari kemarin sudah mau dioprasionalkan, tapi di tunda lagi setelah lebaran,”Kata Pontoh.

Sebenarnya akan di operasionalkan mulai besok tetapi mengingat memasuki masa lebaran. Selain itu, tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan di RSUD selama 1 bulan kedepan tidak akan ketemu dengan keluarga, karena mereka akan di karantina (PG-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *