Bantah Berita Media, Orno Tempuh Jalur Hukum

AMBON, PG.COM : Aksi demo Mahasiswa HMI dan GMKI yang di laksanakan di Kantor Gubernur Maluku kemudian berlanjut ke kediaman Gubernur Maluku pada Jumat (19/06/2020) menyeret nama Wakil Gubernur Maluku Barnabas N Orno di balik Demo oleh pemberitaan di salah satu media.

Akibat dari pemberitaan di media tersebut yang menyebutkan nama wagub Orno di balik aksi demo Mahasiswa tersebut, sehingga Wagub Orno akhirnya harus memilih jalur Hukum.

Drs.N.Barnabas Orno didampingi Penasehat Hukum-nya Laurens Latuheru. SH yang ditemui sejumlah media usai melapor ke SPKT Polda Maluku ,Selasa (23/06/2020)

Mantan Bupati maluku Barat Daya (MBD) dua periode ini, menjelaskan dirinya tidak bisa mengfonis siapa yang salah siapa yang benar, terkait Demo tersebut sudah diaturkan dikediaman Wagub.

Menurutnya” pemberitaan itu sangat sensitif saat di ketahui Masyarakat luas, kita ketahui kondisi sekarang kita sedang memghadapi kondisi pandemi Covid – 19, namun tiba – tiba kita di kagetkan dengan hal – hal seperti itu, ucap Orno

Dirinya juga menyamaikan bahwa istrinya adalah seorang pendeta, dan setiap saat dirinya selalu berbicara tentang etika dan moral, merasa tidak mungkin ia bisa melakukan hal sekonyol itu, dan bahkan dirinya menghindari fonis Moral. Ujarnya

Terkait pemberitaan media tentang keterlibatan dirinya di balik demo itu, Orno menyatakan ia tidak bisa menyampaikan siapa yang salah ataupun siapa yang benar, namun lewat pihak penegag Hukumlah untuk mengetahuinya.

Kata Orno ” selaku Wagub dirinya sangat menghormati Gubernur, sehingga yang di pikirkan ialah menjaga agar jangan sampai atas pemberitaan tersebut sehingga dapat merusak hubungan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah “.

Dikatakannya pula bahwa apa yang di lakukannya saat ini yang menempuh jalur Hukum agar publik tahu bahwa dirinya tidak ada dalam konsep yang sesuai pemberitaan media itu, dan mnurutnya sesuai aturan ia mempunyai hak jawab, namun menurutnya hak itu bisa saja digunakan atau tidak digunakan,tegas Orno

Menurutnya jika media menulis sebuah pemberitaan harusnya wajib melakukan cek and ricek terhadap sumber, sehingga di katakannya bahwa hal ini sudah menyangkut kehidupan, dan bisa saja berimplikasi pada masyarakat luas.

Kata Orno” saat mendengar berita tentang dirinya, ia merasa ngeri, dan berusaha menelpon beberapa tokoh pada malam itu guna mengklarifikasi-nya, dan bagi dirinya merasa hawatir Masyarakat terprofokasi. ucapnya.

Menurutnya tempuh jalur Hukum agar Masyarakat pun tahu bahwa ia tidak main – main dalam menghadapi hal tersebut, Orno berfikir bisa saja menyampaikan pada Mahasiswa yang demo klarifikasi atas namanya, namun menurutnya tidak sama seperti dirinya yang lansung tempuh jalur Hukum.

Sementara menurut Penasehat Hukum Wagub yakni Laurens Latuheru.PH bahwa resmi melapor ke SPKT Polda Maluku, yang mana menurut Latuheru bahwa” bicara masalah Hak bisa saja di gunakan bisa juga tidak di gunakan. Ujar Latuheru

Dikatakannya bahwa” pemilik hak itu juga selaku warga Negara Indonesia memiliki juga hak Hukum, sehingga jika dia menggunakan hak Hukum-nya maka juga tidak ada yang harus melarangnya. Kata Latuheru

Menurut hematnya bahwa berita yang diberitakan diduga keras adalah berita bohong, menurut Latuheru akibat berita bohong itu akibatnya menjadi gaduh karena merasa ada pro kontra, dan itu sangat berpengaruh pada Pemerintahan. ungkap Latuheru

Sehingga jalur Hukumlah yang ditempuh Wagub Orno untuk mengungkap akan hal tersebut, dan Latuheru pun menyampaikan bahwa pihaknya percaya akan penyidik Polri kususnya yang ada di Polda Maluku, dikatakannya bahwa penyidik Polda itu Profesional. tutup Latuheru (PG-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *