BI Maluku Dukung Petani Tingkatkan Produktifitas
AMBON,PG.COM : Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku kembali mengupayakan dukungan pada petani untuk mendorong peningkatan produktivitas di tengah pandemi.
Dukungan ini diberikan lantaran ketergantungan Maluku akan bahan pangan dari luar yang mengakibatkan harga pangan fluktuatif mengikuti kondisi di wilayah produsen seperti Sulawesi Selatan maupun Jawa Timur.
Pemberian dukungan ini dilakukan setiap tahun dalam rangka peningkatan produktivitas petani melalui kerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Maluku.
Pada saat ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku bersama dengan Dinas Pertanian Kota Ambon menggelar pelatihan bagi petani hortikultura selama tiga hari.
Pelatihan ini bertujuan mendorong produktivitas petani sehingga dapat memenuhi kebutuhan di wilayah Ambon hingga kabupaten di Provinsi Maluku.
Deputi Kepala Perwakilan KPw BI Provinsi Maluku, Teguh Triyono dalam rilisnya yang diterima media menjelaskan pelatihan yang dilaksanakan merupakan sinergi program dalam rangka pengendalian inflasi yang dilaksanakan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah.
“Adapun pelatihan tersebut dibuat dalam tiga tahap yakni, tahap pertama, fase pertumbuhan dengan fokus pada peningkatan produktivitas dan penguatan kelembagaan petani.
Fase kedua yaitu fase perkembangan akan fokus kepada peningkatan kualitas produk, pengolahan pasca panen, pengembangan teknologi tepat guna terhadap hama dan pembangunan infrastruktur, dan fase ketiga yaitu fase kemandirian akan fokus pada perluasan akses pasar, permodalan dan pengemasan dan digitalisasi pembayaran,” kata Teguh.
Bank Indonesia juga menyerahkan bantuan berupa plastik screenhouse sebanyak 324 roll kepada 52 petani di wilayah Kota Ambon oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Teguh Triyono kepada Asisten Bidang II Bidang Perekonomian Kota Ambon, Robert Silooy yang hadir mewakili Walikota Ambon sekaligus membuka pelatihan tersebut.
Dengan kondisi cuaca hujan yang belum berhenti sepanjang tiga bulan terakhir, bantuan tersebut diharapkan dapat mencegah potensi gagal panen petani akibat cuaca.
Bantuan ini merupakan rangkaian bantuan non-infrastruktur yang diberikan kepada petani di Provinsi Maluku yang diharapkan dapat meringankan beban modal petani di fase pandemi seperti saat ini. (PG-02)
