Berpihak ke Paslon,Tiga Kades di Pulau Sermatang intimidasi Warga

MDONA HYERA,PG.COM : Berpihak kepada salah satu Pasangan Calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD),Tiga Kades di pulau sermatang intimidasi Warga di Desa, Pupliora ,Mahaleta ,dan Elo kecamatan Mdona Hyera Kabupaten MBD,ungkap Warga setempat dalam Road kampanye 16-17/ November, kepada paslon Bupati dan Wakil Bupati Nomor urut 01 (KALWEDO) , Nikolas Kilikily – Desianus Orno.

Dimana dalam proses Pilkada yang sementara berlangsung, banyak hak masyarakat yang tidak disalurkan oleh pemerintah Desa tanpa alasan yang pasti.

Salah satu masyarakat Mahaleta , A Malioy di sela-sela penyelenggaraan kampanye magatakan. Saat ini dalam proses pilkada terjadi perbedaan pendapat, akan tetapi pelayanan dan kebutuhan masyarakat tetap dijalankan.

Akan tetapi katanya , saat ini tindakan Kepala Desa selaku pimpinan masyarakat di Desa terkesan berpihak kepada salah pasangan calon nomor urut 02 , Benyamin Th Noach- Agustinus Kilikily. Dimana terjadi ancaman kepada masyarakat yang tidak memberikan dukungan kepada Pasangan berjargon Benar , maka bantuan-bantuan yang disalurkan melalui pemerintah desa tidak akan diberikan.

Malioy mengatakan , saat ini pemerintah Desa Romdara masih menahan Beras Sejahtera (Rasta) yang nota Bene hak masyarakat tetapi belum dibagikan tanpa alasan yang pasti. Menurutnya , Beras Rasta telah berada di Balai Desa sejak September lalu. Namun kemudian ditahan oleh Kepala Desa dan dijannikan akan dibagi pada bukma Desember dengan salah satu persyaratan kepada masyarakat yang akan menerima Rasta tersebut harus memlih Paslon nomor 01.

Selain itu , diduga adanya campur tangan kepala desa terkait pemutusan pipa air yang mengakibatkan masyarakat sulit mendapatkan air. Dikarenakan ketika masyarakat yang adalah pendukung Paslon nomor urut 02 saat mencari tau penyebab putusnya pipa air kemudian di cegat, bahkan dokumentasi yang diambil kemudian dihapus secara paksa.

Sementara itu , masyarakat dikerahkan untuk memilih pasangan nomor urut 02. Padahal sebagai orang yang dipercayakan masyarakat untuk menjadi pemimpin dan pelindung , justru melakukan tindakan yang meresahkan hati rakyat.

Karena itu masyarakat berharap, adanya pengawasan dari pihak Bawaslu terkait persoalan-persoalan tersebut. Sehingga dapat menciptakan Pilkada yang bersih, dan mengurangi adanya tindakan-tindakan intimidasi. Dimana demokrasi adalah hak rakyat yang tidak dapat diputuskan oleh pihak manapun (PG-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *