GAMKI Maluku Tuding Satgas Covid-19 dan KSOP Main Mata
BANDA,PG.COM : Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Maluku menuding Satuan Tugas Covid-19 dan Kantor Kesyahbandaraan dan Operasi Pelabuhan (KSOP) Maluku tengah Main mata terkait penerapan Rapid Test yang memakan biaya namun tak ada pemeriksaan saat melakukan perjalanan.
“Cape-cape orang buat Rapid, pada akhirnya mubazir Karna tak ada pemeriksaan,” ungkap Ketua GAMKI Maluku , Heppy Lelapary kepada wartawan Senin (16/11/2021) di atas kapal feri Nusantara 2 tujuan Banda Ambon.
Menurutnya, hal tersebut disesalkan karena pembuatan Rapid Test memakan biaya namun terkesan adanya pembiaran saat penumpang menaiki kapal.
“Kalau seperti itu, mendingan penggunaan Rapid ditiadakan. Tak ada pemeriksaan surta-surat saat kita naik kapal,”ujarnya kesal.
Lelapary meminta perhatian Satuan Tugas Provinsi Maluku untuk menindaklanjuti hal tersebut mengingat Banda merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara,oleh karena itu kejadian seperti ini tidak lagi terulang.
Selain itu, sebagai bagian administratif dari Wilayah Maluku Tengah, dirinya meminta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah agar memberikan kewenangan khusus kepada kantor Kecamatan Kepulauan Banda agar segala keperluan administrasi masyarakat Banda dapat diurus di Banda.
“Jangkauan dari Masohi ke Banda jauh, bayangkan berapa banyak biaya yang dikeluarkan masyarakat hanya untuk mengurus KTP dan kartu keluarga,” harapnya.(PG-02)
