Pemkot Ambon Gelar Rakor Penurunan Stunting
AMBON,PG.COM : Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas BPPKB Kota melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Kota Ambon tahun 2023.
Anda mungkin juga suka
Sekda Bursel Buka Sosialisasi Pelaporan SPT Tahunan ASN & Pemadanan NIK-NPWP.
Restorative Justice Kejari SBB Dan Kejari Kepulaun Aru.
Terbukti Korupsi ADD Dan DD 2018-2019. Eks Raja Sirisori Islam Divonis 7 Tahun Penjara.
Kegiatan ini bertempat di Hotel Marina Jalan Jan Pais, Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon Maluku, Kamis (16/3/2023).
Penjabat Walikota Ambon dalam sambutannya, mengatakan bahwa, di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku terjadi peningkatan tetapi yang mengalami penurunan itu rata-rata ada di 2% ke atas 2% 3% 4% sedangkan Kota Ambon masih 0,7%, artinya apa Kabupaten/Kota lain mengalami penurunan sebesar itu berarti intervensi spesifik dan intervensi yang mereka lakukan lebih baik dibanding di Kota Ambon, ungkap Wattimena.
“Kita harus mengawali pembukaan rapat koordinasi dengan data supaya dari situlah kita beranjak dari situ dan kita bergerak mengetahui kondisi hari ini”. Misalnya, sakit kita di mana, bagian mana yang sakit, supaya diberikan obat tepat. Jangan sampai sakit flu kasih obat buang-buang air.
Kata Walikota, Kota Ambon Ini pertama adalah kondisi wilayahnya kecil wilayah administrasinya kecil dibanding dengan Kabupaten – Kabupaten kota yang lain.
“Kita memiliki sarana prasarana yang memadai memiliki sumber daya manusia yang cukup aksesibilitas bisa untuk menjangkau seluruh Kecamatan, ini sangat mudah dan satu jam saja kita bisa putar di Kota Ambon”, jelasnya.
Pertanyaannya kenapa Kabupaten dari pulau – pulau menjangkaunya butuh satu hari naik kapal mengalami cura hujan ombak yang besar, tapi bisa mengalami penurunan yang cukup signifikan, sedangkan Kota Ambon hanya 0,7%, apakah orang yang kena anakan yang terdampak Stunting di Kabupaten Kota lain, lebih kecil dibanding kita di Kota Ambon, tidak juga ini yang menjadi tujuan kita dalam rapat koordinasi ini supaya kita mampu untuk mengidentifikasi secara baik – baik, ujar Wattimena.
Kata Wattimena, faktor penyebab Stunting yang mereka alami jangan sampai kita salah dalam menginterview. karena itu mari kita jadikan momen ini supaya kita semua satu hati menyatukan agar di tahun ini kerjasama kita semua memberi hasil yang positif sehingga masyarakat merasakan adanya sentuhan program yang dapat menurunkan angka stunting di Kota Ambon.
Tahun 2023 ini Pemerintah Kota Ambon telah menetapkan 12 lokus Stunting yang tersebar pada lima Kecamatan sejak awal. Kepada seluruh pimpinan OPD bahwa fokus pemerintah kota ada pada fokus kebijakan pemerintah pusat Kalau hari ini pemerintah pusat fokus untuk menurunkan tingkat prevalensi Stunting, kita harus juga fokus yang sama, ujar Wattimena.
“Kalau hari ini pemerintah pusat fokus untuk menekan laju inflasi kita juga ada di dalam barisan yang sama. Jangan kita gagal fokus, oleh karena itu kolaborasi menjadi hal yang penting untuk menurunkan Stunting di Kota Ambon”.
Wattimena berharap kepada Dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kota Ambon dan juga Dinas Kesehatan Kota Ambon serta teknis lainnya supaya bisa berkolaborasi bersinergi salah satu faktor yang sangat kuat menghambat seluruh intervensi kebijakan kita adalah ego sektoral, pungkasnya.(PG-02)
