Ambon Jadi Tuan Rumah FMI Diikuti Perwakilan Dari 12 Negara

AMBON, PG. COM : Kota Ambon dikenal Kota musik, dan akan menjadi tuan rumah Festival Musik Internasional pada Oktober 2025 mendatang yang akan diikuti oleh perwakilan dari 12 negara.

Menghadirkan tiga rangkaian pertunjukan Musik Internasional Asia Music Cities. Forum yang mempertemukan pemangku kepentingan Kota-kota musik Asia.

Resital musik pelajar yang melibatkan sekolah-sekolah lokal melalui kurikulum musik untuk pendidikan.

“Musik bukan cuma soal tampil, tapi juga alat transformasi sosial, pendidikan, dan ekonomi. Musik sudah menjadi DNA kota ini,” ujar Direktur Ambon Music OFFICE Ronny Loppies (AMO) dalam keterangan persnya di Balai Kota Ambon, pada Senin (30/6/2025).

Kata Ronny, perlunya pendekatan baru dalam pendidikan musik. “Kita tak butuh gedung megah untuk sekolah musik. Pendidikan musik bisa hadir di mana saja di HP, di ruang kelas, atau pun lewat komunitas. Yang penting adalah musik untuk pendidikan bukan sekadar pendidikan musik,” ujarnya.

Ronny mengatakan pentingnya partisipasi aktif Kota Ambon dalam forum-forum global, termasuk pertemuan tahunan UCCN. Kehadiran musik dalam forum UNESCO sangat penting untuk memperkuat jejaring dunia. Ini lebih dari sekadar kirim laporan digital, ungkapnya.

Ronny berharap kepada pemerintah Kota Ambon agar memberikan dukungan anggaran dan perhatian serius terhadap keberlanjutan program. Branding sebagai Kota Musik Dunia bukan hanya tugas AMO, tetapi tanggung jawab semua pihak. Kita harus menjaga nama besar Ambon di mata dunia, harapnya.

Selain festival, kata Ronny Ambon juga tengah mempersiapkan peluncuran program MUDaKu 2025 (Musik untuk Dunia dan Kemanusiaan), yang akan fokus pada isu-isu strategis global seperti climate action, perdamaian, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pelestarian budaya. Langkah ini disebut sejalan dengan komitmen Ambon dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

“Dengan semangat kolaborasi dan inovasi lintas sektor, Ambon tak hanya memantapkan posisinya sebagai Kota Musik Dunia, tetapi juga menjadikan musik sebagai motor penggerak transformasi kota yang inklusif dan berkelanjutan”, terangnya.

Lebih lanjut Ronny, Kota Ambon terus menunjukkan eksistensinya sebagai bagian dari jaringan Kota kreatif dunia. Dengan predikat Excellent dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) periode evaluasi 2020–2024, Ambon tak hanya dikenal karena musiknya, tetapi juga komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan berbasis budaya.

“Musik bukan semata warisan budaya, melainkan energi utama penggerak kota menuju masa depan”, terangnya.

Diharapkan stok holder seperti Akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media harus punya satu fokus untuk melihat budaya sebagai gerakan masa kini untuk membentuk Kota masa depan, ujarny.

Ronny mengungkapkan bahwa pengakuan internasional yang diraih Kota Ambon harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Capaian ini bukan sekadar prestasi, tapi dorongan untuk kita semua bagaimana musik bisa terhubung dengan pendidikan, lingkungan bersih, infrastruktur, dan pembangunan berkelanjutan, tutup Ronny.(PG-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *