KPwBI : Tanam Cabai Serempak Ubah Mindset Masyarakat Maluku dari Konsumen ke Produsen
AMBON,PG.COM : Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Provinsi Maluku, Mohamad Latif mengatakan, kegiatan gerakan tanam cabai serempak di Maluku bertujuan untuk kita sama-sama mengubah mindset masyarakat Maluku dari konsumen ke produsen.demikian di sampaikan Latif dalam sambutannya bertempat di Balai Benih Induk (BBI) Hortikultura Distan Maluku Dusun Telaga Kodok Kecamatan Leihutu Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (13/8/2025).Kepulauan MalukuWisata Ambon
Menurutnya, Maluku mengalami inflasi di bulan Juni dan Juli 2025 dengan komoditas penyumbang adalag cabe merah dan cabe rawit. Hal ini tentu menjadi perhatian kita bersama.
Ditambahkan, di seluruh Maluku, cabai merupakan presistensi dan sebagai komoditas yang mempengaruhi inflasi.

Untuk itu, kegiatan gerakan tanam cabai serempak di Maluku bertujuan untuk kita sama-sama mengubah mindset masyarakat Maluku dari konsumen ke produsen.
Sepanjang tahun 2025, cabe merah telah mencatatkan realisasi inflasi sebanyak lima kali, sedanghkan cabe rawit sebanyak tiga kali.
Kondisi ini menunjukkan bahwa cabe masih memiliki perencanaan yang cukup tinggi dan harga yang cukup unik, karena Maluku belum swasembada cabe.
Untuk itu, GNPIP hadir sebagai wujud sinergi antara BI dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan TPID Provinsi Maluku.
Melalui GNPIP berbagai program inivasi dan gerakan dilaksanakan untuk memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
BI Maluku secara aktif melakukan pendampingan serta penguatan terhadap klaster-klaster pertanian yang merupakan pemasok komoditas utama di Maluku.
Salah satu pendampingan yang dilakukan oleh BI Maluku adalah melalui transformasi digital farming dan membina klaster-klaster pangan di Maluku.
Tahun 2025 merupakan tahun ketiga bagi BI Maluku mendampingi poktan dalam digital farming dan sudah mencapai 6 poktan dan semuanya dilakukan secara digital karena ada aplikasinya sehingga petani lebih nyaman.
Latif berharap, gerakan tanam cabai serempak dapat terus berlangsung pada tahun-tahun ke depan dan program digital farming dapat semakin diperluas di Provinsi Maluku, karena sudah terbukti dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan mengurangi biaya produksi.(PG-01)
