Rakornas Percepatan Penurunan Stunting 2025: Maluku Raih Penghargaan Genting atas Komitmen Cegah Stunting

Rakornas Percepatan Penurunan Stunting 2025: Maluku Raih Penghargaan Genting atas Komitmen Cegah Stunting

JAKARTA, PG.COM : Kementrian Kesehatan RI menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi antara kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

Acara Nasional ini berlangsung pada Rabu, 12 November 2025, pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Auditorium J. Leimena, Gedung Adhyatma lantai 2, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Tahun ini mengusung tema “Mengukuhkan Komitmen Bersama untuk Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia.”

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, selaku Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (PPS).

Momentum ini juga menjadi ajang penghargaan bagi pemerintah daerah yang menunjukkan komitmen dan inovasi tinggi dalam upaya penurunan stunting.

Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Provinsi Maluku, yang di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa berhasil meraih predikat Tim Pengendali Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Terbaik 2025.

IMG 20251113 WA0014Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kebijakan progresif dan kepemimpinan daerah yang aktif dalam menurunkan prevalensi stunting melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif.

Dalam surat undangan resmi Nomor B-15/KSN/SWP/KM.01.00/11/2025 bertanggal 7 November 2025, disebutkan bahwa pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 14,2 persen pada 2029 dan 5 persen pada 2045, sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045.

Capaian sebelumnya menunjukkan tren positif: penurunan signifikan sebesar 11 persen poin, dari 30,8 persen pada 2018 menjadi 19,8 persen pada 2024.

Hasil ini menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan dan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan daerah-daerah yang berhasil seperti Maluku.

Melalui Rakornas dan Rakortek 2025 ini, diharapkan terbentuk sinkronisasi kebijakan nasional dan daerah, penguatan kapasitas pelaksana di lapangan, serta konsolidasi program-program gizi, kesehatan ibu dan anak, serta penyediaan air bersih dan sanitasi aman.

Terlihat jelas bukti komitmen kuat dari Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Provinsi Maluku dengan dikeluarkan Surat Edaran nomor: 400.7.13.5/89 Tahun 2025 tentang Partisipasi Dalam Gerakan Genting.

Dengan dikeluarkan Surat Edaran tersebut, maka dipastikan dukungan nyata orang nomor satu dijajaran Pemerintah Provinsi memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan program Stunting di Maluku.

Dalam siaran Pers yang diterima media ini menyebutkan Pemerintah Indonesia berkomitmen menurunkan prevalensi stunting menjadi 14,2 persen pada tahun 2029 dan mencapai 5 persen pada tahun 2045 target tersebut telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2045.

Sebagai aksi nyata dalam memperkuat komitmen dan kolaborasi multipihak dalam pencegahan dan penurunan stunting, Pemerintah melalui kementerian Kesehatan RI
menggelar Rakornas Percepatan Penurunan Stunting (PPS) dan dihadiri langsung oleh Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting yaitu Wakil Presiden RI.

Kegiatan ini, menegaskan pentingnya berkelanjutan dan penguatan komitmen semua pihak dalam percepatan penurunan stunting.

Sementara itu, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa meskipun prevalensi stunting turun secara signifikan , namun pemerintah terus memperkuat komitmen dengan meluncurkan berbagai program unggulan terkait penurunan stunting seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Selain itu, kata Gibran, percepatan penurunan stunting harus dilakukan melalui pencegahan stunting baru.

” Yang perlu diperhatikan diantaranya pastikan ibu hamil mempunyai status kesehatan dan gizi yang baik, balita terpenuhi gizinya, serta anak-anak terhindar dari masalah kesehatan dengan melakukan pemantauan tumbuh kembang berkala di Posyandu.

Perlu untuk memastikan pemberian ASI eksklusif, Makanan Pendamping ASI (MPASI), Imunisasi Dasar Lengkap, serta penyediaan akses air minum dan sanitasi aman”, ungkap Gibran.

Untuk mempercepat penurunan stunting di Indonesia, lanjut Gibran, dibutuhkan komitmen kuat dari para Kepala Daerah untuk menjadikan penurunan stunting sebagai prioritas.

Untuk itu, ditekankan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga pelaksana dilapangan, pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor mulai dari pusat sampai ke daerah, dan perlu dilakukan edukasi intensif kepada seluruh lapisan masyarakat, tegas Gibran.

Secara terpisah, Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia, Sekretariat Wakil Presiden Dyah Kusumastuti menyampaikan kunci utama keberhasilan percepatan penurunan stunting berada pada penguatan komitmen dan kepemimpinan kolaboratif.

” Berbagai cerita nyata dari pemerintah daerah, desa dan mitra pembangunan yang disampaikan pada Rakornas PPS menunjukkan bagaimana kolaborasi, kreativitas, dan kepemimpinan yang mampu mengubah angka statistik menjadi perubahan hidup yang dirasakan masyarakat”, jelas Kusumastuti.

Kegiatan Rakornas dihadiri oleh 10 Kementerian/ Lembaga yaitu Kementerian Sekretaris Negara, Kementerian Bidang Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kementerin PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Desa dan PDT, Kementerian Keuangan, Badan Gizi Nasional, Badan Pangan Nasional, 300 peserta luring, 2.450 peserta daring dari kalangan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, NGO dan Mitra Pembangunan.
Pencapaian Maluku dalam menerima penghargaan Genting menjadi bukti nyata bahwa komitmen kepemimpinan daerah yang konsisten dan berbasis kolaborasi mampu mengubah tantangan menjadi kemajuan nyata dalam penurunan stunting di Indonesia. (PG-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *