Hadapi Musim Mudik, Bandara Pattimura Ambon Fokus pada Safety, Security, dan Service
AMBON,PG.COM : Manajemen Bandara Internasional Pattimura Ambon memastikan kesiapan operasional dalam menghadapi musim mudik Lebaran 2026 dengan memperkuat berbagai aspek layanan penerbangan. Upaya ini dilakukan guna menjamin kelancaran arus penumpang sekaligus menjaga standar keselamatan dan kenyamanan selama periode angkutan Lebaran.
General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, mengatakan penguatan tersebut dilakukan oleh PT Angkasa Pura Indonesia melalui sejumlah langkah strategis yang berfokus pada peningkatan kualitas operasional bandara.
Menurutnya, empat aspek utama yang menjadi perhatian adalah safety (keselamatan), security (keamanan), service (pelayanan), dan compliance (kepatuhan) sebagai pilar utama penyelenggaraan operasional bandara.
“Dalam mendukung kelancaran operasional angkutan Lebaran, kami menitikberatkan penguatan pada aspek safety, security, service, dan compliance melalui pendekatan yang prediktif, preventif, serta responsif terhadap berbagai potensi dinamika operasional,” kata General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, saat diwawancarai wartawan di Ambon, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, pendekatan prediktif dilakukan dengan memetakan potensi lonjakan penumpang serta kemungkinan kendala operasional yang dapat muncul selama masa mudik. Dengan langkah tersebut, pengelola bandara dapat menyiapkan berbagai skenario penanganan sejak dini.
Sementara itu, pendekatan preventif diwujudkan melalui peningkatan kesiapan fasilitas, penguatan sistem operasional, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara, termasuk maskapai penerbangan, otoritas bandara, dan instansi terkait.
Selain kesiapan infrastruktur dan sistem operasional, kualitas pelayanan sumber daya manusia di lingkungan bandara juga menjadi perhatian utama manajemen, khususnya bagi para petugas yang berhadapan langsung dengan penumpang.
“Keberhasilan pelayanan di bandara juga sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan dari seluruh insan bandara, khususnya para petugas frontliner yang berinteraksi langsung dengan penumpang,” ujar Johan.
Ia menilai pengalaman penumpang di bandara tidak hanya ditentukan oleh fasilitas fisik, tetapi juga oleh sikap dan pelayanan yang diberikan oleh petugas.
“Senyum yang tulus, sikap ramah, kemampuan memberikan informasi dengan jelas, serta kepedulian terhadap kebutuhan penumpang merupakan hal-hal sederhana yang memberikan dampak besar terhadap pengalaman pelanggan,” katanya.
Lebih lanjut, Johan menegaskan bahwa pelayanan bandara harus dibangun dengan pendekatan customer-centric, yaitu menempatkan pengguna jasa sebagai pusat dari setiap keputusan pelayanan yang diambil oleh pengelola bandara.
Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen Bandara Pattimura Ambon dalam menjaga kualitas pelayanan yang telah diakui secara internasional melalui program Airport Service Quality (ASQ) yang diselenggarakan oleh Airports Council International.
Dalam program tersebut, Bandara Pattimura Ambon berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi, antara lain Best Airport Under 2 Million Passengers in Asia Pacific, Easiest Airport Journey in Asia Pacific, serta Cleanest Airport in Asia Pacific.
Penghargaan tersebut menjadi bukti pengakuan internasional atas kualitas layanan bandara sekaligus menjadi motivasi bagi manajemen dan seluruh insan bandara untuk terus meningkatkan standar pelayanan kepada masyarakat.
Dengan berbagai langkah penguatan tersebut, manajemen Bandara Pattimura Ambon optimistis dapat memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para penumpang selama periode mudik Lebaran 2026. (*)
