Ekonomi Maluku Tumbuh 5,16 Persen Pada Triwulan I Tahun 2026

AMBON PG.COM : Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku mencatat perekonomian Maluku pada triwulan I 2026 tetap tumbuh solid dengan capaian 5,16 persen (year on year/yoy). Meski sedikit melambat dibandingkan triwulan IV 2025 yang mencapai 5,44 persen (yoy), pertumbuhan tersebut mencerminkan kondisi ekonomi daerah yang tetap positif dan resilien.

Hal itu disampaikan dalam Laporan Perekonomian Provinsi Maluku Edisi Mei 2026 yang diterbitkan Bank Indonesia.

Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp17,15 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp9,87 triliun. Namun, secara kuartalan (quarter to quarter/qtq), ekonomi Maluku mengalami kontraksi sebesar -3,26 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang mencapai 3,49 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Maluku terutama ditopang oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi, serta konsumsi pemerintah.

Peningkatan konsumsi masyarakat didorong oleh tingginya aktivitas ekonomi selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, perayaan Paskah, serta tradisi Peneguhan Sidi Gereja Protestan Maluku (GPM) yang meningkatkan mobilitas dan belanja masyarakat.

Optimisme masyarakat juga tetap terjaga. Berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia, indikator Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), Indeks Kondisi Ekonomi (IKE), dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masih berada pada zona optimistis, menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan.

Sementara itu, peningkatan investasi dan konsumsi pemerintah dipengaruhi oleh percepatan realisasi belanja modal serta belanja pegawai pemerintah yang memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Maluku ditopang oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Administrasi Pemerintahan, serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor.

Kinerja sektor pertanian meningkat seiring bertambahnya produksi padi serta implementasi berbagai kebijakan strategis pemerintah, termasuk optimalisasi lahan pertanian dan modernisasi sistem tanam.

Di sisi lain, sektor administrasi pemerintahan tumbuh seiring meningkatnya realisasi belanja pemerintah pusat maupun daerah, terutama belanja pegawai. Sementara sektor perdagangan menunjukkan kinerja positif karena meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadan, Idulfitri, Paskah, dan tradisi Peneguhan Sidi GPM yang mendorong aktivitas jual beli di berbagai wilayah Maluku.

Bank Indonesia menilai berbagai indikator tersebut menunjukkan fondasi ekonomi Maluku masih terjaga dengan baik.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Maluku. (PG-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *