Sophia Wattimena: OJK Harus Hadir Nyata untuk Kesejahteraan Masyarakat

AMBON, PG.COM – Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Sophia Wattimena, menegaskan bahwa OJK harus hadir nyata dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor jasa keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Penegasan itu disampaikan saat pengukuhan Kepala OJK Provinsi Maluku yang baru di Ambon, Senin (18/5/2026).

Dalam sambutannya, Sophia menilai sinergi antara OJK, lembaga jasa keuangan, pemerintah daerah, akademisi, tokoh agama, tokoh adat, dan media menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ia menyebut pengukuhan pimpinan baru OJK Maluku harus menjadi momentum memperkuat kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pembangunan ekonomi masyarakat Maluku.

“Momentum pengukuhan ini harus menjadi penyemangat untuk terus berkarya nyata, memperkuat peran OJK di daerah, serta meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Maluku,” kata Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK RI, Sophia Wattimena.

Sophia menjelaskan, tantangan OJK saat ini semakin kompleks setelah diberlakukannya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Menurutnya, Kepala OJK di daerah dituntut tidak hanya memahami dinamika sektor keuangan, tetapi juga mampu membangun koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi memperluas akses keuangan dan meningkatkan kepercayaan publik.

“Profesionalisme, integritas, dan kemampuan membangun kolaborasi menjadi kunci agar kehadiran OJK benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” kata Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK RI, Sophia Wattimena.

Ia juga mengungkapkan bahwa perekonomian Maluku pada triwulan I tahun 2026 tumbuh sebesar 5,16 persen, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, sektor jasa keuangan di Maluku menunjukkan perkembangan positif melalui pertumbuhan kredit perbankan, penghimpunan dana pihak ketiga, serta meningkatnya jumlah investor di pasar modal. Sophia berharap capaian tersebut dapat terus diperkuat melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan agar manfaat pembangunan ekonomi semakin dirasakan masyarakat luas. (PG-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *