Semangat Persaudaraan Warnai Pembangunan Gereja Sementara GPM Latta
AMBON, PG. COM : Ibadah peletakan batu penjuru Gedung Gereja Sementara Jemaat GPM Latta berlangsung penuh hikmat di Gedung Gereja Elohim, Desa Latta, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Sabtu (23/04/2026)
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIT itu dipimpin Ketua Klasis Pulau Ambon Timur, Pdt. James Elath, dan dilanjutkan dengan arak-arakan para pelayan gereja, panitia pembangunan, pemerintah desa, serta jemaat menuju lokasi pembangunan gereja sementara.
Pembangunan fondasi gedung gereja dimulai pukul 09.30 hingga 16.00 WIT peletakan baru penurunan yang pertama oleh Ketua Klasis Pulau Ambon Timur Pdt. James. Elath kemudian Ketua MJ GPM Latta Y Letelay , Kepala pemerintahan Desa Latta Hansje .M. Totomutu dan Ketua Panitia Dirk Soplanit
dengan melibatkan jemaat GPM Latta, Jemaat Halong, Jemaat Lateri, Tim Pela Berbagi Kasih, hingga masyarakat Muslim Desa Latta yang dipimpin langsung Imam Besar Masjid An’Nur Latta. Keterlibatan lintas komunitas tersebut mencerminkan kuatnya nilai persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Maluku..
Dalam khotbahnya yang terambil dari 1 Korintus 3:10-11, Pdt. James Elath menegaskan bahwa dasar utama pembangunan gereja harus berpusat pada Yesus Kristus sebagai batu penjuru kehidupan jemaat. Ia mengingatkan bahwa seluruh pelayanan dan pembangunan tidak boleh dijadikan sarana mencari pujian, melainkan menjadi wujud iman dan pengharapan kepada Tuhan.
“Tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan yaitu Yesus Kristus. Jika Kristus menjadi dasar maka gereja ini akan bertahan dalam pembentukan iman, karakter, moral dan kehidupan jemaat,” kata Ketua Klasis Pulau Ambon Timur, Pdt. James Elath.
Kepala Pemerintah Desa Latta, Hansje M. Totomutu, menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan gereja sementara tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa, gereja, dan masyarakat Muslim menjadi contoh nyata kehidupan toleransi yang harus terus dijaga dan dipelihara.
“Kerja sama antara pemerintah desa, gereja, dan saudara Muslim menjadi tanda bahwa toleransi antarumat beragama di Desa Latta perlu dicontohi. Dengan kebersamaan inilah kerukunan dan damai sejahtera dapat terus terjaga,” kata Kepala Pemerintah Desa Latta, Hansje M. Totomutu.
Ketua Majelis Jemaat GPM Latta, Pdt. Y. Letelay, berharap seluruh jemaat tetap bersatu dan saling menopang agar pembangunan gedung gereja sementara dapat selesai tepat waktu sehingga pembangunan Gedung Gereja Elohim yang baru dapat segera dimulai.
Sementara Ketua Panitia Pembangunan, Dirk Soplanit, menjelaskan bahwa pembangunan gereja sementara dilakukan untuk memastikan umat tetap memiliki tempat ibadah yang layak selama proses pembangunan gereja utama berlangsung. Gedung gereja sementara itu dibangun dengan ukuran panjang 17 meter dan lebar 15,60 meter serta ditargetkan selesai pada tahun ini. (PG-01)
