IMI Ambon Jadikan Drag Race 2026 Senjata Lawan Balap Liar
AMBON, PG.COM : Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Ambon menjadikan penyelenggaraan Drag Race dan Drag Bike 2026 sebagai langkah strategis untuk menekan maraknya aksi balap liar yang kembali muncul di sejumlah titik di Kota Ambon. Event yang akan berlangsung di Sirkuit Transit Paso pada 17–19 Juli 2026 itu menjadi momentum kebangkitan olahraga otomotif di daerah setelah vakum selama 11 tahun.
Ketua IMI Kota Ambon, Harry Putra Far-Far, Drag kepada Wartawan di Ambon, Jumat (12/02026)
menegaskan bahwa ajang tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi kecepatan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi generasi muda yang memiliki minat dan bakat di dunia balap.
Menurutnya, selama ini banyak pecinta otomotif belum memiliki wadah resmi untuk menyalurkan kemampuan mereka secara aman dan sesuai regulasi.
“Ini kerinduan masyarakat. Terakhir kali ada event serupa di Ambon sudah 11 tahun lalu. Kami berharap wadah resmi ini bisa menampung bakat dan minat pacu kendaraan secara aman dan tertib,” kata Ketua IMI Kota Ambon, Harry Putra Far-Far.
Ajang yang digelar bekerja sama dengan Ekano Racing Family tersebut akan memperebutkan Piala Ketua KONI Kota Ambon, Bodewin Wattimena, untuk kategori juara umum Drag Race dan Piala Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrick Moenandar, untuk kategori juara umum Drag Bike. Dukungan dari Pemerintah Kota Ambon, KONI Kota Ambon, dan DPRD Kota Ambon telah diperoleh melalui serangkaian audiensi dan koordinasi yang dilakukan panitia penyelenggara.
Saat ini panitia masih menuntaskan sejumlah tahapan perizinan, termasuk izin keramaian dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease serta rekomendasi teknis dari IMI Provinsi Maluku.
Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 5 Juni hingga akhir Juni 2026 dengan dua kategori perlombaan, yakni kelas lokal Maluku dan kelas terbuka yang dapat diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Tingginya antusiasme terlihat dari banyaknya klub otomotif yang telah mendaftar serta aktif mengikuti latihan resmi setiap pekan di Sirkuit Transit Passo.
Selain menjadi wadah pembinaan atlet balap, kegiatan ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi perlombaan. IMI Kota Ambon memastikan seluruh rangkaian kegiatan akan menerapkan standar keselamatan nasional dengan dukungan tenaga teknis bersertifikasi, pemeriksaan ketat kendaraan peserta, serta pengawasan menyeluruh demi menjamin keamanan pembalap dan penonton.
“Kami berharap dukungan dari aparat, pemerintah desa, dan seluruh warga sekitar terus terjalin. Ini awal sejarah baru bagi otomotif Ambon, agar kegiatan resmi seperti ini bisa rutin diadakan setiap tahunan,” tutupnya. (PG-01)
