Transformasi BUMN di Bawah Danantara Perkuat Layanan Publik, Telkomsel Tumbuh Sehat di Semester I 2026

JAKARTA, PG. COM : Transformasi badan usaha milik negara (BUMN) di bawah pengelolaan Danantara Indonesia mulai menunjukkan dampak nyata terhadap penguatan layanan publik dan kinerja bisnis. Hal itu tercermin dari capaian Telkomsel sepanjang Semester I 2026 yang membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3 persen secara tahunan (year on year/YoY), disertai peningkatan EBITDA sebesar 8,6 persen menjadi Rp26,1 triliun dan laba bersih naik 8,3 persen menjadi Rp10,4 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penguatan bisnis digital, efisiensi operasional, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.

Selaras dengan arah transformasi Telkom Group sebagai strategic holding digital nasional di bawah Danantara Indonesia, Telkomsel terus memperkuat tata kelola perusahaan, mengoptimalkan investasi, menyederhanakan produk dan layanan, serta meningkatkan kualitas jaringan digital. Pendapatan bisnis digital tercatat tumbuh 11 persen menjadi Rp40,8 triliun, sementara pendapatan bisnis mobile meningkat 5,6 persen menjadi Rp42,8 triliun. Di sisi lain, konsumsi data pelanggan mencapai 11,8 juta terabyte atau naik 0,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital.

“Capaian Semester I 2026 merupakan hasil dari kepercayaan pelanggan serta kerja bersama seluruh insan Telkomsel untuk terus melayani dengan sepenuh hati. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan, Telkom Indonesia sebagai perusahaan induk, serta Danantara Indonesia yang terus memperkuat arah transformasi, tata kelola, dan daya saing Telkom Group,” kata Direktur Utama Telkomsel, Nugroho.

Hingga akhir Juni 2026, Telkomsel mengoperasikan sekitar 301 ribu BTS yang terdiri atas sekitar 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, dan 49 ribu BTS 2G. Basis pelanggan mobile mencapai 153,5 juta dengan rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) meningkat 9 persen menjadi Rp45,6 ribu. Pada layanan fixed broadband, perusahaan mencatat sekitar 9,5 juta pelanggan dengan penetrasi konvergensi mencapai 65 persen. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk membangun pertumbuhan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan melalui penguatan kualitas jaringan dan pengalaman pelanggan.

“Sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan, tanggung jawab kami adalah memastikan transformasi benar-benar terasa oleh pelanggan melalui jaringan yang semakin andal, layanan yang lebih praktis, perlindungan digital yang semakin kuat, dan pengalaman yang terus membaik. Kami akan terus berinovasi agar setiap kemajuan teknologi memberikan manfaat nyata bagi setiap orang, rumah, dan kegiatan bisnis di Indonesia,” katanya  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *