BI Maluku Catat 177.973 Pengguna QRIS Hingga Juni 2026
AMBON, PG.COM : Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku mencatat pertumbuhan signifikan dalam penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS di Maluku mencapai 177.973 pengguna, sementara jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS tercatat sebanyak 117.636 merchant.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Surya Alamsyah, saat penutupan Pekan QRIS Nasional (PKN) 2026 Provinsi Maluku yang berlangsung di Jalan Pattimura, Ambon, Sabtu (15/8/2026).
Surya mengatakan, perkembangan QRIS menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap sistem pembayaran digital. QRIS yang diluncurkan pada 17 Agustus 2019 kini tidak lagi sebatas alternatif pembayaran, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.
“QRIS memberikan kemudahan karena cepat, mudah, murah, aman, dan handal. Saat ini pemanfaatannya sudah semakin luas di tengah masyarakat maupun pelaku usaha,” kata Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Surya Alamsyah.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, komunitas, serta masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas ekosistem pembayaran digital hingga ke berbagai lapisan masyarakat.
PKN 2026 di Maluku mengusung tema nasional “Rayakan Digitalisasi QRIS, Satu Menangnya, Banyak”. Dalam pelaksanaannya, BI Maluku menerjemahkan tema tersebut melalui konsep lokal “Pintar dan Sehat Bersama QRIS”.
Konsep tersebut diwujudkan melalui tiga pendekatan utama, yakni edukasi, experience, dan social impact.
Pada aspek edukasi, BI Maluku memberikan pemahaman mengenai QRIS sekaligus perlindungan konsumen kepada hampir 1.000 pelajar dan warga.
Edukasi dilakukan dengan metode interaktif agar masyarakat tidak hanya mengenal QRIS, tetapi juga memahami penggunaannya secara aman.
Sementara melalui pendekatan experience, BI Maluku menggandeng Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dan komunitas yoga.
Kegiatan tersebut berhasil menjaring sekitar 150 pengguna QRIS baru serta mencatat sekitar 5.000 transaksi.
Adapun pendekatan social impact diwujudkan melalui kegiatan sosial dan kesehatan.
BI Maluku bersama Tim TP PKK Kota Ambon menggelar pemeriksaan stunting terhadap 50 anak, serta kegiatan donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) yang diikuti 95 peserta.
Surya menegaskan, perkembangan QRIS tidak hanya berkaitan dengan transformasi sistem pembayaran, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ke depan, kami berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat sehingga ekosistem pembayaran digital di Maluku semakin inklusif, khususnya bagi UMKM, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Pertumbuhan jumlah pengguna dan merchant QRIS tersebut sekaligus menunjukkan semakin kuatnya arah digitalisasi transaksi di Maluku.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pemanfaatan QRIS tidak hanya terkonsentrasi di pusat-pusat perkotaan, tetapi mampu menjangkau pelaku usaha dan masyarakat di wilayah kepulauan serta daerah yang memiliki keterbatasan akses layanan keuangan.
Penutupan PKN 2026 Provinsi Maluku turut dihadiri Wali Kota Ambon Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si. dan Kepala OJK Maluku Haramain Biladi.
Dengan capaian 177.973 pengguna dan 117.636 merchant hingga Juni 2026, BI Maluku menilai digitalisasi sistem pembayaran memiliki ruang pertumbuhan yang masih sangat besar. Penguatan literasi digital, perlindungan konsumen, serta perluasan akses bagi UMKM menjadi kunci agar transformasi pembayaran digital benar-benar menjadi penggerak ekonomi daerah. (PG-01)
