Paskibraka Maluku Siap Tampil Maksimal Pada HUT ke-81 RI

AMBON, PG. COM :  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Maluku siap tampil maksimal pada HUT ke-81  RI, hal. Ini di sampaikan Koordinator Pelatih Paskibraka Maluku, Peltu Levi Huwae, saat diwawancarai Pelagandong.com, Sabtu (15/8/2026)..

Pasukan khusus jesiapan menghadapi tugas penting dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik  Indonesia

Hingga Sabtu (15/8/2026), tingkat kesiapan pasukan telah mencapai sekitar 98 persen setelah menjalani rangkaian pendidikan dan latihan sejak 1 Agustus 2026.

Levi mengatakan mengatakan perkembangan kemampuan pasukan menunjukkan peningkatan signifikan. Menurutnya, seluruh anggota telah mampu mengikuti tahapan latihan dengan baik dan semakin siap menjalankan tugas pada detik-detik Proklamasi.

“Latihan sudah semakin bagus, pasukan Paskibraka menunjukkan progres latihan yang baik sekali, semoga bisa menjalankan tugas hingga selesai,” katanya

Tahun ini, Paskibraka Maluku berjumlah 28 orang yang terdiri atas 14 putra dan 14 putri. Mereka merupakan putra-putri pilihan yang mewakili enam daerah, yakni Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Buru, Maluku Tenggara, dan Maluku Barat Daya.

Sebelum menjalankan tugas, mereka telah melalui proses pembinaan intensif yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga kedisiplinan, mental, fisik, dan kekompakan sebagai satu kesatuan pasukan.

Levi yang telah menjadi pelatih Paskibraka sejak 2019 menyebut pembentukan karakter dan jiwa korsa menjadi salah satu fokus utama selama proses latihan. Ia bersama jajaran pelatih yang berasal dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri tidak menemukan kendala berarti dalam membentuk pasukan tahun ini. Tantangan utama justru memastikan 28 peserta dari latar belakang berbeda mampu bergerak sebagai satu tim dalam satu komando.

“Yang tim pelatih bentuk dari awal adalah bagaimana menghidupkan kekompakan dan membangkitkan jiwa korsa mereka,” tuturnya.
Untuk menjaga kondisi fisik sekaligus konsentrasi peserta, selama masa pendidikan dan latihan mereka mendapatkan pengawasan ketat. Para peserta menjalani pola pembinaan dan aktivitas terjadwal selama 24 jam, termasuk pembatasan penggunaan telepon seluler. Waktu istirahat juga diatur agar kebugaran tetap terjaga menjelang pelaksanaan upacarnya

menegaskan, keberhasilan Paskibraka bukan hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga kedisiplinan kolektif dan kemampuan menjalankan setiap instruksi secara presisi.
“Kami batasi hingga pukul 21.00 WIT mereka sudah harus tidur, kemudian hal-hal yang mengganggu kebugaran dan fokusnya seperti bermain handphone juga kami batasi,” jelasnya.

Menjelang pelaksanaan tugas pada 17 Agustus, Levi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, sekolah, pemerintah kabupaten/kota, serta para orang tua yang telah mendukung proses pembinaan Paskibraka.

Ia berharap dukungan tersebut terus diberikan hingga seluruh rangkaian tugas selesai. “Terima kasih kami ucapkan kepada Pemerintah Provinsi Maluku, pihak sekolah, masing-masing kabupaten dan kota, dan tentunya para orang tua. Mohon doa dan dukungan agar Paskibraka Maluku ini dapat menuntaskan tugasnya pada 17 Agustus nanti,” harapnya. (PG-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *