Maluku Raih Penghargaan KEJAR Award 2026, Kota Ambon Terbaik Program Literasi Keuangan
AMBON,PG.COM : Provinsi Maluku menorehkan prestasi dalam ajang KEJAR Award 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangkaian peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026.
Maluku berhasil meraih penghargaan Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik untuk subkategori tingkat provinsi regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua (NMP).
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas keberhasilan Maluku dalam mendorong implementasi program KEJAR di satuan pendidikan sekaligus memperkuat budaya menabung di kalangan pelajar.
Selain Maluku, penghargaan Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik untuk tingkat provinsi regional lainnya diberikan kepada Provinsi Sumatera Utara, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Prestasi Maluku juga dilengkapi dengan penghargaan kepada PT BPR Modern Express Provinsi Maluku sebagai penerima KEJAR Award kategori BPR/BPRS untuk wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua.
Kota Ambon Raih Penghargaan Literasi Keuangan
Tak hanya tingkat provinsi, Kota Ambon juga mendapatkan apresiasi OJK dalam ajang Financial Literacy Award 2026.
Pemerintah Kota Ambon meraih penghargaan dalam kategori Pemerintah Daerah dengan Program Literasi Keuangan Terbaik tingkat kota.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang dinilai aktif menjalankan berbagai program untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan serta akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan.
Untuk kategori pemerintah daerah, penghargaan tingkat provinsi diraih Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, sedangkan tingkat kabupaten diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Malang.
Apresiasi untuk Industri Jasa Keuangan
OJK juga memberikan penghargaan kepada sejumlah Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang dinilai aktif menjalankan program literasi dan inklusi keuangan.
Dalam kategori PUJK dengan Program Literasi Keuangan Terbaik, penghargaan diberikan kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., PT Prudential Life Assurance, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
Sementara kategori PUJK dengan Program Literasi Keuangan Teraktif diraih PT Bank Central Asia Tbk., PT BPR Hasa Mitra, PT BNI Modal Ventura, PT Prudential Life Assurance, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., serta Unit Usaha Syariah PT Pegadaian.
Untuk kategori PUJK dengan Pembentukan OJK PEDULI Termasif, penghargaan diberikan kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
Dorong Pelajar Gemar Menabung
Dalam KEJAR Award 2026, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah bank yang dinilai berhasil mengimplementasikan program KEJAR.
Untuk subkategori BUMN, penghargaan diraih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sementara Bank Central Asia menjadi penerima untuk kategori Bank Umum Konvensional dan Bank Syariah Indonesia untuk kategori Bank Umum Syariah.
Sejumlah Bank Pembangunan Daerah turut mendapatkan penghargaan berdasarkan wilayah, di antaranya PT Bank Aceh Syariah untuk Sumatera, PT Bank DKI (Bank Jakarta) untuk Jawa-Bali, PT Bank Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara untuk Kalimantan, serta PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara untuk Sulawesi.
Untuk wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua, penghargaan diberikan kepada PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat Syariah.
Sementara itu, kategori Bank Teraktif dalam Pelaksanaan Bank Goes to School diraih PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk.
OJK berharap rangkaian Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 tidak sekadar menjadi momentum pemberian penghargaan, tetapi mampu menjadi penggerak untuk memperluas budaya menabung di tengah masyarakat.
Khususnya bagi generasi muda, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dinilai penting diberikan sejak dini agar mereka mampu mengambil keputusan finansial secara bijak serta memahami manfaat dan risiko dari berbagai produk dan layanan jasa keuangan.
OJK juga akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Langkah tersebut diarahkan untuk membangun masyarakat Indonesia yang semakin terliterasi, inklusif, berdaya, dan sejahtera secara finansial, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (PG-01)
