451 Tahun Kota Ambon, Silver Leatemia: Perbedaan Harus Jadi Jembatan Persatuan

AMBON, PG. COM : Memasuki usia ke-451 tahun, Kota Ambon tidak hanya diajak mengenang perjalanan panjang sejarah dan perjuangan, tetapi juga memperkuat fondasi persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Momentum HUT ke-451 Kota Ambon menjadi ruang refleksi untuk memastikan pembangunan kota berjalan seiring dengan terpeliharanya toleransi, kerukunan, dan semangat hidup orang basudara.

Dari pantauan media ini, Kasad Polisi  Pamong Pradja Kota Ambon  Silver M. Leatemia, S.STP., M.Si., melalui akun medsosnya (Tik-Tok) ,Minggu (06/09/2026) menilai keberagaman merupakan kekuatan yang melekat dalam identitas Kota Ambon. Karena itu, perbedaan tidak boleh berkembang menjadi sekat sosial yang memecah masyarakat.

Sebaliknya, keberagaman harus ditempatkan sebagai kekuatan untuk membangun kota secara bersama-sama.

“Ambon bukan sekadar nama kota, melainkan simbol persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan. Di sini, perbedaan bukan menjadi dinding pemisah, melainkan jembatan yang menyatukan kita dalam semangat Pela Gandong,” katanya.

Ia menegaskan, semangat Pela Gandong memiliki posisi penting dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat Kota Ambon. Nilai persaudaraan tersebut harus terus dirawat dan diwujudkan melalui sikap saling menghormati, gotong royong, serta kontribusi nyata bagi pembangunan. Dengan demikian, kemajuan kota tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya kohesi sosial masyarakat.

“Semoga di usia yang ke-451 ini, Kota Ambon semakin maju dalam pembangunan, lingkungan semakin bersih, rakyat semakin sejahtera, dan tetap terjaga kedamaiannya. Mari katong terus bersatu, bergotong royong, dan berkontribusi nyata untuk kemajuan kota ini,” ujarnya.

Silver juga mengajak seluruh masyarakat mengambil bagian dalam menjaga kebersihan, kerukunan, dan masa depan Kota Ambon. Menurutnya, pembangunan kota membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa usia 451 tahun harus menjadi momentum memperkuat identitas Ambon sebagai kota yang damai, ramah, dan menjunjung persaudaraan. “Beta Par Ambon – Ambon Par Samua.” (PG-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *