Wali Kota Bodewin Tegaskan Mutu Pendidikan Ambon Harus Berbasis Data Akurat
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 41;
AMBON, PG.COM : Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan peningkatan mutu pendidikan di Kota Ambon harus berlandaskan data yang kuat dan akurat, bukan sekadar asumsi,ucap Walikota dalam sambutannya pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Evaluasi dan Peningkatan Rapor Pendidikan bagi satuan pendidikan jenjang SD dan SMP se-Kota Ambon, di Manise Hotel, Kamis (24/09/2026)
Evaluasi berbasis data dinilai menjadi kunci untuk mengidentifikasi akar persoalan, menyusun program yang tepat sasaran, serta memastikan penggunaan anggaran pendidikan memberikan dampak nyata bagi satuan pendidikan
Ia menekankan, pendidikan merupakan fondasi pembangunan bangsa sehingga harus menjadi prioritas pemerintah, mulai dari penganggaran, peningkatan kesejahteraan guru hingga pembenahan sistem pendidikan.
“Kalau kita ingin meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, kita tidak bisa hanya berdasarkan asumsi. Kita harus memiliki data yang kuat dan data yang akurat,” kata Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.
Menurut Wattimena, Rapor Pendidikan tidak boleh berhenti sebagai kumpulan angka atau hasil penilaian administratif.
Instrumen tersebut harus dimanfaatkan oleh kepala sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan untuk mengevaluasi capaian, membaca perkembangan indikator dalam beberapa tahun terakhir, serta menemukan akar persoalan yang menghambat peningkatan kualitas pembelajaran.
Ia menyebut capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan Kota Ambon dalam empat tahun terakhir menunjukkan perkembangan dari 60,51 hingga sekitar 75 persen. Meski demikian, capaian tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berpuas diri. Indikator yang masih berada pada kategori merah harus ditelusuri penyebabnya, kemudian ditindaklanjuti melalui program perbaikan yang terukur, termasuk dengan mengarahkan pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai kebutuhan nyata satuan pendidikan.
“Rapor Pendidikan itu bukan sekadar angka, bukan sekadar tampilan sebuah hasil penilaian, tetapi mesti dapat kita manfaatkan sebagai alat untuk memperbaiki dan meningkatkan berbagai indikator yang masih kurang,” ujarnya.
Wali Kota juga mengingatkan agar Bimtek tersebut tidak berakhir sebagai kegiatan seremonial tanpa perubahan nyata di lingkungan sekolah.
Para kepala satuan pendidikan diminta mengubah pola kerja dengan menjadikan data sebagai dasar perencanaan dan evaluasi program. Ia berharap indikator pendidikan yang masih merah dapat meningkat menjadi kuning, kemudian hijau, sementara capaian yang telah baik harus dipertahankan.
Di sisi lain, Wattimena mendorong pengembangan potensi lokal, khususnya musik dan seni budaya, sebagai bagian dari pendidikan karakter. Menurutnya, identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia merupakan tanggung jawab bersama, termasuk sekolah, sehingga program kurikulum musik yang telah diterapkan di sejumlah satuan pendidikan perlu diimbaskan lebih luas untuk membangun kreativitas, kecintaan terhadap budaya, dan penghargaan terhadap keberagaman.
“Jangan hanya dilakukan untuk sekadar ketemu, melakukan kegiatan kumpul-kumpul selama seminggu. Tetapi harus ada dampaknya,” tegas Wattimena.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Ambon, Imel Mansur, dalam laporannya menjelaskan bahwa Bimtek tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan satuan pendidikan dalam mengevaluasi serta memanfaatkan Rapor Pendidikan.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman terhadap indikator pendidikan, membantu sekolah mengidentifikasi permasalahan berdasarkan data, mendorong refleksi satuan pendidikan, serta menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar penyusunan perencanaan peningkatan mutu.
Wattimena berharap tahun 2026 dan 2027 menjadi momentum penting bagi pembenahan pendidikan di Ambon, dengan pendekatan yang lebih terukur, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Peningkatan mutu pendidikan, menurutnya, membutuhkan komitmen bersama agar setiap kebijakan dan program benar-benar meninggalkan dampak positif bagi generasi muda di Kota Ambon. (PG -01)
