Pemda Maluku Lakukan Trauma Healing Untuk korban Bencana di Wai.
AMBON,PELAGANDONG.COM : Insiden gempa yang mengguncang Maluku beberapa waktu lalu ternyata meninggalkan efek negatif. Ada banyak pengalaman menakutkan yang dialami warga khususnya anak-anak pasca-gempa.
Pemda Maluku saat ini gencar lakukan program Trauma Healing (dukungan Psikososial) di lokasi pengungsian di Wai, yang terpusat di lokasi pengungsian Air Terjun, Batu Dua dan Dusun Wainuru Negeri Waai Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah ,Sabtu (19/08/2019).
Dari Pantauan media ini , aktivitas ini dimaksudkan untuk membantu korban, khususnya anak-anak agar bisa perlahan-lahan teralihkan dari rasa takut dan was-was yang membayangi.
Sebanyak 55 Tim Trauma Healing yang diterjunkan ke lokasi pengungsian tergabung dalam Tim Karya Bhakti dengan melibatkan tenaga medis dari Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD), Dinas Sosial serta dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku.
Bukan hanya anak-anak yang merasakan manfaat dari aktivitas trauma healing ini. Para orang tua juga terlihat antusias dan memberi dukungan kepada anak-anak mereka.
Akibat gempa ini hampir seluruh proses belajar mengajar di sekolah terhenti. Gedung dan halaman sekolah pun banyak yang dijadikan tempat pengungsian. Trauma healing juga bisa dimanfaatkan sebagai media pengganti sementara proses belajar yang terhenti.
Pada umumnya warga yang masih mengungsi tidak berani pulang, karena rumah mereka mengalami kerusakan (PG-02) .
Pemda Malu Trauma Healing Untuk korban Bencana di Wai.
AMBON, PELAGANDONG.COM : Insiden gempa yang mengguncang Maluku beberapa waktu lalu ternyata meninggalkan efek negatif. Ada banyak pengalaman menakutkan yang dialami warga khususnya anak-anak pasca-gempa.
Pemda Maluku saat ini gencar lakukan program Trauma Healing (dukungan Psikososial) di lokasi pengungsian di Wai, yang terpusat di lokasi pengungsian Air Terjun, Batu Dua dan Dusun Wainuru Negeri Waai Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah ,Sabtu (19/08/2019).
Dari Pantauan media ini , aktivitas ini dimaksudkan untuk membantu korban, khususnya anak-anak agar bisa perlahan-lahan teralihkan dari rasa takut dan was-was yang membayangi.
Sebanyak 55 Tim Trauma Healing yang diterjunkan ke lokasi pengungsian tergabung dalam Tim Karya Bhakti dengan melibatkan tenaga medis dari Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD), Dinas Sosial serta dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku.
Bukan hanya anak-anak yang merasakan manfaat dari aktivitas trauma healing ini. Para orang tua juga terlihat antusias dan memberi dukungan kepada anak-anak mereka.
Akibat gempa ini hampir seluruh proses belajar mengajar di sekolah terhenti. Gedung dan halaman sekolah pun banyak yang dijadikan tempat pengungsian. Trauma healing juga bisa dimanfaatkan sebagai media pengganti sementara proses belajar yang terhenti.
Pada umumnya warga yang masih mengungsi tidak berani pulang, karena rumah mereka mengalami kerusakan (PG-02) .
