KPAT Salurkan Bibit Pala dan Jagung untuk Empat Jemaat Mitra PI di Pegunungan Kairatu

AMBON, PG.COM : Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau Ambon Timur melalui Bidang Pekabaran Injil (PI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi umat. Melalui kegiatan misi pembangunan ekonomi jemaat pada 17–18 Oktober 2026, demikian rilis yang diterima media ini  , Senin (19/10/2026).

Klasis Pulau Ambon Timur menyalurkan bantuan anakan pala varietas Pitaloka kepada tiga jemaat mitra PI, yakni Abio, Huku Kecil, dan Ahiolo, serta bantuan bibit jagung hibrida kepada Jemaat Watui di wilayah pegunungan Klasis Kairatu.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya gereja untuk memperkuat kehidupan ekonomi jemaat melalui sektor pertanian yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Bantuan tanaman produktif dan bibit pangan ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pertanian, tetapi juga menjadi modal awal bagi jemaat untuk meningkatkan pendapatan keluarga serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah pelayanan mitra PI.

Bantuan dibawa langsung oleh Sekretaris Bidang Pekabaran Injil dan Pemberdayaan Klasis (Sekbid PIPK), Pendeta J. Tutupary, bersama Tim Pekabaran Injil Klasis Pulau Ambon Timur. Perjalanan menuju jemaat-jemaat penerima bantuan harus ditempuh melalui jalur panjang dan menantang di kawasan pegunungan.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari komitmen pelayanan untuk menjangkau jemaat mitra sekaligus menghadirkan dukungan nyata bagi pengembangan kehidupan ekonomi umat.

Rangkaian kegiatan itu berakhir di Jemaat Ahiolo. Di tempat tersebut, Pendeta J. Tutupary bersama tim mengikuti ibadah Minggu bersama jemaat. Kehadiran tim tidak hanya membawa bantuan pertanian, tetapi juga menjadi wujud perhatian dan kebersamaan gereja dengan jemaat mitra dalam menghadapi tantangan pembangunan ekonomi di wilayah pelayanan.

Klasis GPM Pulau Ambon Timur berharap bantuan anakan pala Pitaloka dan bibit jagung hibrida tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh jemaat penerima.

Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada perawatan tanaman, pengelolaan lahan, serta keterlibatan aktif warga jemaat.
.
Melalui pendekatan pelayanan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat, misi Pekabaran Injil diharapkan tidak hanya memperkuat kehidupan spiritual, tetapi juga mendorong kemandirian dan kesejahteraan ekonomi umat secara berkelanjutan. (PG-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *