Bank Maluku Malut Turunkan Bunga Kredit UMKM 2–3 Persen di HUT ke-65
AMBON, PG.COM : PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) menghadirkan langkah konkret untuk mendukung penguatan ekonomi kerakyatan dengan menurunkan suku bunga kredit sebesar 2–3 persen khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kebijakan tersebut diumumkan dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Bank Maluku Malut, Senin (26/10/2026), sebagai bagian dari komitmen memperluas akses pembiayaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Maluku Utara.
Mengusung tema “Sinergi Basudara — Bakti untuk Negeri”, peringatan HUT yang berlangsung sederhana dan khidmat itu ditandai dengan pemotongan tumpeng serta dihadiri jajaran dewan komisaris, direktur utama, direksi, karyawan, dan para pensiunan pegawai. Bank Maluku Malut menempatkan momentum enam dekade lebih perjalanannya sebagai pengingat pentingnya memperkuat peran bank pembangunan daerah, tidak hanya dalam menyediakan layanan keuangan, tetapi juga dalam mendukung aktivitas produktif masyarakat.
Direktur Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dari perjalanan bank sejak berdiri pada 1961.
Menurutnya, semangat Basudara harus diwujudkan melalui kerja sama, kepedulian, serta dukungan nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Basudara bermakna kebersamaan, saling peduli, dan saling membantu. Selama 65 tahun, keberadaan Bank Maluku Malut tidak terlepas dari dukungan masyarakat maupun pemerintah daerah.
Oleh karena itu, kami hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai mitra strategis pembangunan daerah,” kata Direktur Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar.
Penurunan suku bunga kredit sebesar 2–3 persen bagi UMKM menjadi salah satu program yang disoroti dalam perayaan tersebut. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengakses pembiayaan dengan beban bunga yang lebih ringan, sehingga memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas pasar.
Namun, efektivitas kebijakan tersebut akan sangat bergantung pada persyaratan kredit, cakupan penerima, serta mekanisme penerapan suku bunga yang ditetapkan bank. Selain pembiayaan, Bank Maluku Malut juga menggelar pameran dan pendampingan UMKM serta menyalurkan bantuan sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan pembagian sembako di kantor pusat maupun kantor cabang.
“Kami siap berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh pemerintah daerah di Maluku dan Maluku Utara. Kehadiran kami adalah untuk memperkuat upaya pembangunan daerah, meningkatkan pelayanan publik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata,” tegas Syahrisal.
Memasuki usia ke-65 tahun, Bank Maluku Malut dihadapkan pada tuntutan untuk memastikan bahwa kebijakan pembiayaan dan program pemberdayaan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat
Dukungan terhadap UMKM perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan perbankan, penguatan pendampingan usaha, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Dengan semangat “Sinergi Basudara — Bakti untuk Negeri”, bank tersebut menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Maluku dan Maluku Utara. (PG-01)
